Status RJ Lino Tunggu Hasil Audit BPK

Juven Martua Sitompul    •    Sabtu, 17 Jun 2017 23:18 WIB
kasus korupsi
Status RJ Lino Tunggu Hasil Audit BPK
Mantan Dirut PT Pelindo II RJ Lino (memakai jas hitam) seusai menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan 10 mobil crane dengan terdakwa Ferialdy Noerlan dan Haryadi Budi Kuncoro di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (22/3). Foto: Barry

Metrotvnews.com, Jakarta: Bareskrim Polri terus mengusut keterlibatan mantan Direktur Utama  PT Pelindo II dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang pengadaan 10 unit mobil crane. Saat ini, penyidik tengah menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Sudah tinggal penghitungan kerugian negara. Kami masih tunggu," kata Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto di Komplek PTIK, Jakarta Selatan, Sabtu 17 Juni 2017.

Jenderal bintang tiga ini belum bisa memastikan kapan hasil audit rampung. Namun, dipastikannya pihak BPK akan segera menyelesaikan audit dari kasus rasuah tersebut. "Informasinya tinggal sedikit lagi," ucap dia.

Ari belum mau menyebut secara gamblang bila penyidik akan segera menetapkan RJ Lino sebagai tersangka. Dia hanya menegaskan kasus ini akan ditindaklanjuto seperti kasus-kasus korupsi lainnya.

"Akan kami tindaklanjuti seperti perkara lain," tuntas Ari.

Dalam kasus ini, penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan Direktur Teknik PT Pelindo II Haryadi Budi Kuncoro serta Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II Ferialdy Noerlan sebagai tersangka. Bahkan, kedua anak buah RJ Lino itu telah divonis 16 bulan penjara oleh Majelis Hakim.

Kasus korupsi yang menjerat RJ Lino ini telah mengendap selam satu tahun lebih. Pansus Angket Pelindo II pun tengah bergerak untuk menindaklanjuti kasus yang tak kunjung selesai ini.

Baca: Pansus Angket Pelindo II akan Tindaklanjuti Temuan BPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggarap kasus dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane (peralatan bongkar muat peti kemas) di PT Pelindo II juga mengakui penanganan berjalan lamban. Salah satu penyebabnya, KPK masih menanti perhitungan kerugian negara.

KPK juga mengaku kesulitan dalam mengumpulkan bukti di kasus yang menyeret R.J. Lino. Sebab, ada bukti-bukti yang berada di luar negeri.

Baca: KPK Benarkan Pengusutan Kasus Korupsi di Pelindo II Lamban


 


(SUR)