Perempuan Antikorupsi Soroti Dana Desa

Surya Perkasa    •    Kamis, 20 Apr 2017 17:20 WIB
pencegahan korupsi
Perempuan Antikorupsi Soroti Dana Desa
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, memberi sambutan pada seminar "Saya Perempuan Antikorupsi" di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/3/2017). Foto: Antara/Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerakan “Saya, Perempuan Anti Korupsi” (SPAK) akan menyoroti penggunaan dana desa dalam tahun ketiga kelahirannya.

“Dana desa menjadi salah satu fokus KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk meningkatkan kehati-hatian para pengelola, jadi nyambung sekali,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, saat perayaan ulang tahun ketiga SPAK di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis 20 April 2017.

SPAK meluncurkan alat bantu baru, yakni TRATA, sebagai kado ulang tahun. TRATA adalah singkatan dari Transparan, Akuntabel, dan Tepat Guna. Alat bantu ini dibuat atas masukan dari para agen yang menjadi pendamping desa.

Terobosan baru lainnya adalah Dharma Wanita Kementerian Agama yang mendorong didirikannya madrasah antikorupsi. Tak hanya itu, para polisi wanita memasukkan materi SPAK dalam Bimbingan Masyarakat.

Merayakan hari jadi ketiganya, SPAK melakukan rangkaian kegiatan sejak 3 April hingga 21 April. Kegiatan dilanjutkan hingga akhir April. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk membangun aksi kolaborasi kolektif.

Bentuk kegiatannya adalah kampanye melalui tayangan video, animasi, e-poster, bincang santai, dan kunjungan media. 

Hari ini, SPAK mengadakan bincang santai dan nonton bareng film Kartini. Peringatan hari jadi SPAK ini semakin ramai dengan banyaknya pihak yang terlibat. Tak hanya lembaga pemerintahan, tapi donor yang terlibat juga bertambah. 

"Sektor swasta dan BUMN menggandeng SPAK untuk mewujudkan Indonesia bebas dari korupsi," kata Basaria.

Dia berterima kasih kepada pemerintah Australia yang mendukung penuh gerakan ini. Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada lembaga donor, yakni AIPJ, UNODC, MCA-Indonesia, KOMPAK, seluruh kementerian dan lembaga pemerintah, serta sejumlah korporasi. 

“Semuanya bersama-sama mendukung program pencegahan korupsi melalui gerakan SPAK,” kata dia.

Tiga tahun berdiri, SPAK telah memiliki 1.200 lebih agen yang tersebar di 34 provinsi. Latar belakangnya pun semakin beragam. Kini SPAK memiliki agen yang berprofesi sebagai polisi wanita, hakim, tentara, dan Dharma Wanita dari berbagai kementerian. 

“Semakin banyak agennya, maka semakin menarik terobosan antikorupsi yang dilakukan,” kata Basaria.

 


(UWA)