Bupati Klaten Inisiasi Tarif Jual Beli Jabatan

Media Indonesia    •    Kamis, 20 Apr 2017 09:47 WIB
suap bupati klaten
Bupati Klaten Inisiasi Tarif Jual Beli Jabatan
Sri Hartini, tersangka kasus jual beli jabatan di Kabupaten Klaten. Antara Foto/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini langsung yang menetapkan tarif jual-beli jabatan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bahkan, Sri ditengarai memerintahkan orang kepercayaannya untuk mendatangi PNS yang mau membayar untuk jabatan.

"Saya diminta Bupati mencari orang-orang yang ingin mengisi posisi-posisi penting dengan membayar sejumlah uang," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Bambang Teguh Setyo saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Semarang, dengan terdakwa Suramlan, kemarin.

Menurut dia, ada sejumlah nama yang berkeinginan untuk menempati posisi tertentu dan bersedia membayar uang. Besaran uang yang harus diberikan tersebut sudah ditetapkan oleh Bupati.

Jabatan kabid, kata dia, sebesar Rp200 juta, kasi dihargai Rp30 juta, bahkan untuk posisi staf dibanderol sekitar Rp10 juta. Terdakwa Suramlan pun bersedia membayar Rp200 juta untuk posisi kabid SMP.

Baca: ?Penyuap Bupati Klaten Tak Mampu Sewa Pengacara

Keterangan Bambang juga dibenarkan saksi lain Nina Puspitasari, ajudan pribadi Bupati Sri Hartini. Nina mengaku sering menemui sejumlah tamu bupati yang bertujuan untuk naik jabatan. Dia tidak jarang menerima titipan uang untuk Bupati.

Di Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa 13 saksi untuk tersangka Bupati Klaten Sri Hartini terkait dengan indikasi jual-beli jabatan. "Penyidik juga menemukan dan mendalami informasi indikasi penerimaan lain, yaitu terkait dengan dana aspirasi ataupun terkait dengan proyek di SKPD atau dinas di Pemkab Klaten," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Senin 17 April.




(OGI)