5 Ribu Permohonan Paspor Ditangguhkan untuk Cegah TPPO

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 10 Aug 2017 15:23 WIB
perdagangan manusia
5 Ribu Permohonan Paspor Ditangguhkan untuk Cegah TPPO
Direktur Pengawasan serta Penindakan Keimigrasian Ditjen Imigrasi Zaeroji. Foto: MTVN/M. Sholahadhin Azhar.

Metrotvnews.com, Jakarta:  Direktorat Jenderal Imigrasi kementerian Hukum dan HAM menangguhkan penerbitan paspor bagi terduga calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal. Hal itu untuk mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 

"Kami telah menunda penerbitan paspor di seluruh kantor imigrasi, hampir 5 ribu pemohon yang ditunda," kata Direktur Pengawasan serta Penindakan Keimigrasian Ditjen Imigrasi Zaeroji di kantor Bareskrim, Jakarta Pusat, Kamis 20 Agustus 2017.

Menurut dia, mereka terindikasi akan ke luar negeri dengan persiapan minim. Investigasi mendalam di kantor imigrasi membuktikan gerak-gerik maupun penjelasan mereka ganjil, terutama terkait motivasi berpergian.

Ditjen Imigrasi pun memerintahkan pemeriksaan menyeluruh atas pengajuan paspor. Ketika persyaratan dipenuhi yakni tujuan ke luar negeri jelas, paspor akan diberikan. Langkah ini diharapkan mengurangi jumlah korban perdagangan orang.



Selain menunda memberikan paspor, pihaknya juga menunda kepergian pemegang paspor mencurigakan. Hal itu dilakukan melalui penyaringan imigrasi terakhir bandara.

Sejauh ini ada tiga bandar udara yang berpotensi jadi fasilitas pengiriman TKI nonprosedural. Yaitu, Bandara Soekarno Hatta, Juanda, dan Kuala Namu.

"Sudah seribu lebih yang ditunda keberangkatannya. Itu untuk antisipasi agar mereka tak jadi korban TPPO," pungkas Zaeroji.




(OGI)