Kubu Hary Tanoe Kecewa Praperadilannya Ditolak

Arga sumantri    •    Senin, 17 Jul 2017 17:24 WIB
hary tanoesoedibjo
Kubu Hary Tanoe Kecewa Praperadilannya Ditolak
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Foto: MI/Arya

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim pengacara Hary Tanoesoedibjo kecewa gugatan praperadilannya ditolak. Pengacara Hary, Munathsir Mustaman menyayangkan putusan itu lantaran keterangan ahli yang ia hadirkan tidak masuk dalam poin pertimbangan.
 
"Kami melihat hakim tidak mempertimbangkan keterangan ahli dan rata-rata berpendapat SMS itu bukanlah ancaman, jadi sangat jelas itu bukan pidana," jelas Munathsir usai sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 17 Juli 2017.

Munathsir belum mau sesumbar langkah lanjutan apa yang bakal ditempuh. Ia dan tim mengaku ingin lebih dulu mempelajari berkas putusan praperadilan.

Baca: Diperiksa, Jaksa Yulianto Beberkan Ancaman Harry Tanoe 

"Kalau kecewa jelas, bahwa itulah yang terjadi di persidangan. Nanti kita tunggu salinan putusan dan koordinasi dengan pak Hary Tanoe," ungkap Munathsir.
 
Ia tetap yakin kliennya tidak bersalah. Munathsir pun tetap beranggapan polisi tidak punya cukup alat bukti buat menjadikam Hary Tanoe sebagai tersangka. Ia juga masih sanksi terhadap pesan singkat (SMS) Hary Tanoe yang disebut mengancam.
 
"Kami menganggap alat bukti itu tidak cukup kuat. Karena SMS ini harus dibuktikan dengan digital forensik, (benar dari Hary Tanoe) ataukah dari nomor lain," jelas dia.
 
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan Hary Tanoe. Hakim tunggal praperadilan Cepi Iskandar menilai polisi telah sesuai prosedur dalam proses penyelidikan hingga penyidikan.

Baca: Praperadilan Hary Tanoe Ditolak

Hakim juga menolak meneliti gugatan soal SMS bernada ancaman. Cepi menilai praperadilan tidak berwenang menentukan ada atau tidak unsur pidana dalam SMS tersebut. Sebab, itu sudah masuk pokok perkara.
 
Polisi menetapkan Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka atas kasus dugaan adanya pesan ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui pesan singkat (SMS). Hary pun ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Juni 2017.
 
Jaksa Yulianto melaporkan Hary Tanoe karena merasa terancam menerima SMS 'kaleng' itu. Saat itu, Yulianto sedang menangani kasus dugaan korupsi Mobile-8 yang juga disebut melibatkan Hary.
 
Hary dilaporkan lantaran diduga melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 15 tahun. Laporan Polisi (LP) Yulianto terdaftar dengan Nomor LP/100/I/2016/Bareskrim. Yulianto berani melapor karena mengklaim memiliki bukti cukup.




(FZN)