KPK Panggil Tiga Pejabat Bea Cukai

Damar Iradat    •    Selasa, 21 Mar 2017 11:55 WIB
patrialis akbar ditangkap kpk
KPK Panggil Tiga Pejabat Bea Cukai
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga pejabat Ditjen Bea Cukai. Mereka bakal diperiksa terkait kasus suap uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Ketiganya yakni Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai tipe A Tanjung Priok Imron, Kepala Subdirektorat Intelijen Tahi Bonar Lumban Raja, dan Direktur Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai tipe A Tanjung Priok Harry Mulya. KPK memeriksa mereka sebagai saksi.

"Ketiganya bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BHR (Basuki Hariman)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa, 21 Maret 2017.

KPK juga telah memanggil tiga pejabat Bea Cukai Tanjung Priok pada Senin, 20 Maret 2017. Mereka adalah Kepala Seksi Penyidikan I Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Aris Murdyanto, Kasi Intelijen I Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Bagus Endro Wibowo, dan Kasi Penindakan I Bidang Penindakan dan Penyidikan Wawan Dwi Hermawan.

Namun, pada pemanggilan kemarin, ketiganya mangkir dari pemeriksaan. Febri menyayangkan mangkirnya tiga saksi kemarin, dan mempertanyakan komitmen Bea Cukai untuk berkoordinasi dalam kasus ini.

"Karena kan indikasi kasus ini terkait dengan salah satunya proses impor daging yang tentu saja ada kewenangan Bea Cukai yang akan didalami," tuturnya.

Tim Satuan Tugas KPK menangkap Patrialis Akbar saat menjabat hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dan Basuki Hariman, 25 Januari. Penangkapan ini terkait dugaan suap uji materi Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstitusi.

Saat operasi penangkapan keduanya, KPK menemukan sejumlah dokumen pembukuan dari perusahaan, voucher pembelian mata uang asing, dan draft perkara bernomor 129/PUU-XIII/2015.

Basuki sebagai pengusaha impor daging sapi diduga menyuap Patrialis melalui Kamaludin. Kamaludin adalah sohib Patrialis. Suap diberikan agar MK mengabulkan uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014. Patrialis dijanjikan fee sebesar 200 ribu dolar Singapura jika keinginan Basuki itu terpenuhi.


(MBM)