Istri Jonru Ginting Minta Perlindungan kepada Fadli Zon

Husen Miftahudin    •    Rabu, 11 Oct 2017 16:26 WIB
ujaran kebencian
Istri Jonru Ginting Minta Perlindungan kepada Fadli Zon
Pegiat media sosial Jonru Ginting memenuhi panggilan polisi. Foto: MTVN/Deny Irwanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Yulianti, istri pegiat media sosial Jonru Ginting, menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Dia meminta bantuan atas kasus hukum yang menimpa Jonru. 

"Sebagai rakyat biasa, saya memohon supaya kita bisa dibantu untuk meminta perlindungan untuk suami saya," kata Yulianti kepada Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Yulianti menilai ada ketidakadilan dalam penahanan Jonru. Selain proses penahanan yang cepat, akun-akun media sosial yang lebih pedas mengkritik pemerintah justru dibiarkan.

"Tanggal 29 (September diperiksa kepolisian), Jonru dengan pengacara ke Polda untuk penyidikan dari jam 4 sore sampai jam 2 dini hari. Sekitar jam 3 (dini hari) didampingi penyidik 11 orang (Jonru) pulang cuma ambil baju, barbuk (barang bukti) dibawa dan ditahan," ungkap dia.

Dia menyesalkan penindakan hukum atas akun media sosial yang mengkritik pemerintah tebang pilih. Kesedihan Yulianti semakin membuncah ketika ketiga anaknya mengetahui penahanan ayahnya. 

Anak terbesar yang sekolah di daerah tak kuasa menahan tangis kala diberitahu pamannya soal penahanan ayahnya. Sementara itu, dua anak yang lainnya selalu menanyakan Jonru lantaran tak pulang-pulang.

"Biasa kerja di rumah, mereka (anak-anaknya) nanyain, 'Kok Abi enggak pulang-pulang?' Akhirnya mereka tahu, diberitahu gurunya dari berita di TV," jelas Yulianti.

Mendengar hal tersebut, Fadli berjanji akan menemui Jonru secepatnya. Politikus Gerindra itu ingin mengetahui permasalahan sebenarnya yang menimpa Jonru Ginting.

Baca: ?Jonru Bakal Mengajukan Penangguhan Penahanan

"DPR punya tugas pengawasan, enggak boleh (ada lembaga) abuse of power. Di sini (dari penuturan Yulianti) terjadi proses ketidakadilan. Di sini fungsi DPR mengawasi," kata Fadli.

Dia bilang, keadilan harus terus dituntut. Pasalnya, hak dan ekspresi berpendapat, baik lisan dan tulisan, dijamin dalam undang-undang. Dia pun menganggap apa yang disampaikan Jonru masih dalam batas kewajaran. 

"Saya mau cek, besok saya bisa ke sana lihat langsung ditemani pengacara (Jonru). Kalau tak sempat, (saya akan ke tempat penahanan Jonru) setelah saya kembali dari luar," pungkas Fadli.




(OGI)