KPK Ultimatum Hakim

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 14 Mar 2018 12:41 WIB
ott kpk
KPK Ultimatum Hakim
Juru Bicara KPK Febri Diansyah--MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum para hakim untuk tidak terlibat dalam pusaran tindak pidana korupsi. Lembaga Antikorupsi ini berharap Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Wahyu Widya Nurfitri menjadi hakim terakhir yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

"KPK berharap tidak ada lagi tangkap tangan yang kita lakukan terhadap hakim," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Febri mengingatkan kepada para hakim berkomitmen untuk tidak menerima atau meminta apa pun dari pihak yang beperkara. Hakim diharapkan dapat memutus perkara secara adil dan tidak berpihak.

"Tentu seluruh (hakim) komitmen juga untuk tidak menerima, tidak meminta juga uang-uang terkait penanganan perkara," ujarnya.

Baca: Sidang di PN Tangerang Terbengkalai Setelah OTT

Febri menegaskan pencegahan korupsi bukan hanya domain lembaganya. Menurut dia, perlu komitmen dari semua stakeholder untuk tidak melakukan korupsi atau pun menerima suap.

"Jadi komitmen ini terjadi juga di kedua pihak. Jadi KPK ingin hal ini tidak (terjadi), ingin OTT tidak terjadi lagi. Tapi hal ini harus diimbangi lagi juga agar hakim dan panitera menghentikan suap seperti ini," kata Febri.



KPK sebelumnya kembali menggelar OTT terhadap lembaga penegak hukum. Seorang hakim dan seorang panitera pengganti serta dua orang penasihat hukum ditangkap dalam operasi senyap tersebut.

Diduga kuat Panitera Pengganti PN ‎Tangerang Tuti Atika (TA) menerima suap dari pengacara Agus Wiratno dan HM Saipudin sebesar Rp22,5 juta. Suap diberikan agar Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Wahyu Widya Nurfitri memenangkan gugatan perdata terkait hak waris yang ditangani oleh Agus dan Saipudin.

Uang suap senilai Rp22,5 juta merupakan pemberian kedua setelah sebelumnya Agus dan HM Saipudin memberikan Rp7,5 juta. Usai diperiksa intensif, KPK pun menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka.


(YDH)