Yudi Widiana Didakwa Terima Suap Rp11 Miliar

Damar Iradat    •    Rabu, 06 Dec 2017 13:46 WIB
suap proyek di kemenpu-pera
Yudi Widiana Didakwa Terima Suap Rp11 Miliar
Politikus PKS Yudi Widiana dalam sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor/Medcom.id/Damar Iradat

Jakarta: Mantan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia didakwa menerima suap Rp11,1 miliar. Uang tersebut diterima Yudi setelah memuluskan usulan proyek jalan dan jembatan di Maluku dan Maluku Utara Tahun Anggaran 2015 dan 2016.

Dalam dakwaan pertama, Yudi disebut telah menerima uang Rp4 miliar dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. Uang tersebut diberikan Komisaris PT Cahaya Perkasa setelah Yudi menyalurkan usulan proyek pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX (BPJN IX) Maluku dan Maluku Utara sebagai usulan 'Program Aspirasi' untuk Tahun Anggaran 2015.

"Padahal patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya," kata Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi Iskandar Marwanto saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

Yudi dianggap memiliki ruang lingkup tugas di bidang infrastruktur dan perhubungan yang salah satu mitra kerjanya adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (KemenPUPR). Yudi dan anggota Komisi V lain sejak periode sebelumnya dapat mengajukan usulan 'Program Aspirasi' kepada Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian PUPR untuk dimasukkann ke dalam DIPA Kementerian PUPR.

Untuk mendapatkan usulan 'Program Aspirasi', Yudi sebelumnya bertemu Muhammad Kurniawan Eka Nugraha yang merupakan anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS. Saat itu, Kurniawan menyampaikan Aseng meminta agar beberapa proyek di wilayah Maluku dan Maluku Utara masuk dalam 'Program Aspirasi' milik Yudi.

Yudi kemudian meminta Kurniawan menindaklanjuti usulan proyak yang diajukan Aseng dengan menyerahkan ke Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Ia juga meminta Kurniawan menghubungi Aseng untuk komitmen fee jika 'Program Aspirasi' miliknya disetujui Kementerian PUPR.

Dalam dakwaan kedua, Yudi didakwa telah menerima uang Rp2,5 miliar dan USD214.300 (sekitar Rp2,8 miliar) dan USD 140.000 (sekitar Rp1,8 miliar). Total uang yang diterima Yudi setelah mengusulkan 'Program Aspirasi' di Tahun Anggaran 2015 dan 2016 mencapai Rp11,1 miliar.

Uang ini kembali diberikan oleh Aseng agar Yudi yang bertugas di Komisi V kembali mengusulkan 'Program Aspirasi' pada anggaran 2016. Namun, kasus ini terlanjur terungkap setelah kolega Yudi, Damayanti Wisnu Putranti ditangkap KPK.

Dalam dakwaan pertama, Yudi dijerat Pasal 12 huruf b dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan dalam dakwaan kedua Yudi dijerat Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.


(OJE)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

4 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA