Kebenaran Kabar Kematian Bahrun Baru 50 Persen

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 05 Dec 2017 21:57 WIB
terorisme
Kebenaran Kabar Kematian Bahrun Baru 50 Persen
Ilustrasi. MTVN/ Rizal

Jakarta: Informasi mengenai tewasnya Bahrun Naim tak boleh dipercayai 100 persen. Pengamat Terorisme UI Ridwan Habib menyebut, berita itu hanya 50 persen mengandung kebenaran.

"50 persen saja dipercayanya. Levelnya tidak boleh terlalu dipercaya, tapi juga harus jadi perhatian," katanya kepada Medcom.id, Selasa, 5 Desember 2017.

Penilaian ini didasari tiga hal, pertama yakni sumber informasi melalui aplikasi percakapan Telegram. Penyebar informasi menurut Ridwan memakai akun alias, sehingga susah ditelusuri. Klarifikasi juga hampir tak mungkin dilakukan.

Kedua, beberapa analis kolega Ridwan mengetahui kondisi terkini wilayah Hamam, Suriah. Kawasan yang disebut sebagai tempat tewasnya Bahrun Naim. Di sana terjadi perang antara koalisi militer Rusia melawan ISIS.

Dengan kondisi itu, menurut Ridwan tidak dimungkinkan melakukan verifikasi ke tempat kejadian perkara. "Enggak bisa juga lewat foto atau tes DNA. Di sana medan tempur," kata Ridwan.

"Ketiga, info ini belum juga dapat diverifikasi ke jejaring Bahrun Naim di Indonesia. Ada keterbatasan informasi," imbuhnya.

Catatan khusus mengenai keluarga Bahrun di Indonesia. Menurut Ridwan, mereka tak bisa dijadikan patokan mengenai informasi soal tewasnya Bahrun. Sebab sudah menjadi tradisi personil ISIS dari Indonesia memutus komunikasi.

Sehingga kemungkinan besar keluarga Bahrun hanya mengetahui kematian saudara mereka dari berita di Tanah Air. Karena tidak mungkin bagi mereka mengakses informasi ke BN sendiri.

"Mereka ini, keluarga Bahrun, enggak punya akses ke BN. Karena BN kan memutus komunikasi," tandasnya.


(LDS)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

10 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA