KPK Belum Temukan Bukti Perobekan Buku Merah

Putri Rosmala    •    Rabu, 10 Oct 2018 13:34 WIB
Buku Merah KPK
KPK Belum Temukan Bukti Perobekan Buku Merah
Ketua KPK Agus Rahardjo. Foto: MI/Rommy.

Jakarta: KPK belum menemukan bukti kasus perobekan buku bersampul merah yang diduga memuat aliran dana dana dari Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat. CCTV yang diperiksa KPK juga tidak menunjukkan adanya perobekan buku tersebut.
 
Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan pemeriksaan CCTV telah dilakukan, tetapi tidak ditemukan adanya aksi perobekan.
 
"Itu peristiwanya lebih dari setahun, pengawas internal sudah memeriksa kamera. Kamera memang terekam, tapi penyobekan tidak terlihat di kamera itu," kata Agus di gedung DPR, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.
 
Agus menyebut dirinya akan memeriksa ulang CCTV. Namun, pembuktian tetap sulit dilakukan bila tidak disertai bukti pendukung lainnya.
 
"Sebetulnya pembuktiannya susah. Anda ingat enggak seperti peristiwa Pak Nazaruddin. Itu dulu ada catatan dari Yulianis juga kan. Ini siapa yang menerima, di situ pembuktiannya susah," ujar Agus.

Baca: Jokowi Ogah Mengintervensi Kasus Kapolri

Kasus dugaan suap Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman ke beberapa nama kembali mencuat setelah adanya pemberitaan dari website IndonesiaLeaks.
 
Dalam laporan itu disebutkan ada buku catatan keuangan bersampul merah yang diduga memuat aliran dana dari Basuki kepada sejumlah orang. Salah satu nama yang disebut-sebut tercantum di dalamnya adalah Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Nama Tito disebut menerima uang ketika masih menjabat sebagai kapolda Metro Jaya.
 
Laporan IndonesiaLeaks juga menyebutkan buku bersampul merah itu diduga dirusak oleh dua penyidik KPK. Mereka adalah AKBP Roland Rolandy dan Kompol Harun. Keduanya kini telah ditarik ke Polri sehingga KPK kesulitan memeriksa kedua orang itu.


(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA