Polisi Kembali Limpahkan Berkas Perkara Ratna

Siti Yona Hukmana    •    Kamis, 10 Jan 2019 11:49 WIB
Kabar Ratna Dianiaya
Polisi Kembali Limpahkan Berkas Perkara Ratna
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya kembali melimpahkan berkas perkara kasus berita bohong Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, hari ini, Kamis, 10 Januari 2019. Berkas sempat dikembalikan karena belum lengkap.

"Ya hari ini kita serahkan kembali berkas perkara Ibu Ratna Sarumpaet," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, saat dikonfirmasi Medcom.id, Kamis, 10 Januari 2019.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengembalikan berkas Ratna kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada awal Desember 2018. Penyidik diminta untuk melengkapi keterangan saksi maupun tersangka.

Dengan melengkapi kekurangan diharapkan setelah penyerahan kali ini, bisa dinyatakan lengkap oleh jaksa. Sebelumnya, pelimpahan berkas direncanakan pada Senin, 7 Januari 2019 namun batal.
 
Dalam kasus ini penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Mereka ialah Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro. Ketua Cyber Indonesia Muannas Al Aidid sebagai pelapor dalam kasus itu, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang juga telah diperiksa.

(Baca juga: Ratna Cuma Kembalikan Rp10 Juta ke Pemprov DKI)

Sejumlah nama lain, seperti juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak dan staf pribadi Ratna, Ahmad Rubangi, dan dua anak Ratna, Atiqah Hasiholan, Fathom Saulina dan terakhir akademisi Rocky Gerung.

Ratna disangka melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia terancam hukuman 10 tahun penjara.




(REN)