Sadapan Percakapan Eddy Sindoro Identik

Fachri Audhia Hafiez    •    Jumat, 08 Feb 2019 16:14 WIB
suap di ma
Sadapan Percakapan Eddy Sindoro Identik
Ahli forensik suara dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Dhany Arifianto saat memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta ahli forensik suara dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Dhany Arifianto meneliti suara percakapan yang diduga Eddy Sindoro. Dari hasil penelitian, sampel suara dengan suara asli terdakwa bos Paramount Enterprise International itu identik. 

"Apakah sampel suara terdakwa dalam hal ini Eddy Sindoro diberikan penyidik yang dibandingkan dengan suara sadapan sangat meyakinkan dan identik?" tanya Jaksa Penuntut Umum KPK, Ni Nengah Gina Saraswati di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Februari 2019.

"Iya identik, dan orangnya sama," jawab Dhany.

Dhany menerangkan, dia mendapatkan barang bukti berupa rekaman dalam satu cakram DVD. Dalam DVD itu terdapat dua folder yang berjumlah tiga file rekaman suara. Satu file sadapan dan dua file percakapan saat diperiksa penyidik KPK.

Dhany mengungkapkan dia hanya ditugaskan untuk membuktikan adanya persamaan suara dari Eddy saat penyidikan dengan sadapan.

(Baca juga: Eddy Sindoro Bantah Bukti Rekaman Jaksa)

Dalam meneliti suara, dia memotong file percakapan Eddy dengan penyidik. File terpotong itu diubah dalam istilah 'domain frekuensi'. Dia menyebut metode penelitian suara yang dilakukannya bernama itakura saito.

"Fitur (domain frekuensi) ini kemudian kami ambil, kami bandingan dengan domain yang sama sama dengan acuan (sampel suara di penyidik) tadi itu. Setelah fitur ini kami temukan baik dari sadapan maupun penyidik, ketika diambil sampel suara, kami bandingan," jelas Dhany.

Eddy Sindoro sebelumnya didakwa menyuap panitera Edy Nasution. Suap diduga diberikan terkait pengurusan sejumlah perkara untuk beberapa perusahaan yang ditangani di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Suap tersebut antara lain sebesar Rp100 juta agar Edy menunda aanmaning PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP), anak perusahaan Lippo Group. Uang tersebut diberikan melalui perantara Wawan Sulistyawan dan Doddy Aryanto Supeno.

Selain itu, Eddy Sindoro juga didakwa menyuap Edy sebesar Rp50 juta dan USD50 ribu. Uang suap itu terkait permintaan pendaftaran peninjauan kembali (PK) yang diajukan PT Across Asia Limited (PT AAL) meskipun telah lewat batas waktu yang ditentukan oleh Undang-undang.

(Baca juga: Saksi Pernah Lihat Eddy Sindoro di Kantor Lucas)
 


(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA