KPK Titipkan Kuda Gratifikasi Jokowi di Istana Bogor

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 12 Mar 2018 14:59 WIB
kpk
KPK Titipkan Kuda Gratifikasi Jokowi di Istana Bogor
Kuda jenis Sandalwood yang diterima Presiden Joko Widodo dari warga Sumba, NTT, berada di Istana Bogor, Jawa Barat, Foto: Antara/Wahyu Putro

Bogor: Dua ekor kuda yang dilaporkan Presiden Joko Widodo ke KPK kini dititipkan di Istana Bogor, Jawa Barat. Kuda tersebut dititipkan KPK untuk dipelihara sebagai aset negara.
 
"Kehadiran Pak Direktur ini adalah untuk membawa kembali sebetulnya dalam artian bahwa bulan Juli 2017, Pak Presiden telah menerima pemberian dua ekor kuda di Sumbawa dan dilaporkan ke KPK," kata Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin, 12 Maret 2018.
 
Penitipan dua kuda itu dilakukan langsung oleh Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono bersama Kasubdit Pengelolaan Kekayaan Negara III Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Karman Kamal. Kuda tersebut pun diterima oleh Kepala Istana Samadi.
 
Bey mengatakan, penitipan ini dilakukan karena KPK kebingungan memelihara dua ekor kuda yang telah menjadi aset negara itu. Sehingga, kuda itu dibawa kembali ke Istana Bogor.
 
"Hari ini Pak Samadi akan membawa barang-barang yang telah dilaporkan ke KPK, karena harus dilaporkan sebagai gratifikasi," ucap dia.

Baca: Kuda Hadiah untuk Jokowi Jadi Milik Negara

Sementara itu, Giri menambahkan, kuda yang dilaporkan oleh Presiden telah ditetapkan lewat Surat Keputusan (SK) sebagai milik negara pada 11 Oktober 2017.
 
"Jadi kita memang butuh waktu karena ini binatang hidup kemudian memang KPK belum memiliki fasilitas untuk mengelola barang semacam ini, untuk sementara kita titipkan di Istana Negara," kata Giri.
 
Ia mengapresiasi keteladanan dari Kepala Negara yang telah melaporkan barang, atau hadiah atau gratifikasi terhadap jabatannya.
 
"Di akhir tahun kemarin pas hari antikorupsi sedunia, kita memberikan penghargaan sebagai pelapor gratifikasi dengan nilai terbesar, sebagaimana yang sudah dikutip sebelumnya bahwa Presiden telah melaporkan tahun lalu total nilainya adalah Rp58 miliar," kata dia.




(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA