Sengkarut Korupsi di Subang, Tiga Kali Bupati Jadi Pesakitan di KPK

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 15 Feb 2018 10:04 WIB
ott kpkOTT Bupati Subang
Sengkarut Korupsi di Subang, Tiga Kali Bupati Jadi Pesakitan di KPK
Bupati Subang Imas Aryumningsih--ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta: Penangkapan Bupati Subang Imas Aryumningsih (IA) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menarik perhatian publik. Sebab, ini ketiga kalinya kepala daerah Subang ditangkap KPK karena terlibat pusaran korupsi.

Eep Hidayat yang saat itu menjabat sebagai Bupati Subang periode 2008-2013 harus berhenti memimpin sebelum masa jabatannya habis. Masa kepemimpinan Eep berakhir setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Ketika itu, Eep tersandung kasus korupsi Biaya Pungut Pajak Bumi dan Bangunan 2005-2008 senilai Rp2,5 miliar. Dalam kasus ini, dia divonis hukuman lima tahun penjara. Eep menjalani masa tahanannya di Lapas Sukamiskin, Bandung.

Belum lama Eep dijebloskan ke bui, Ojang Suhandi sebagai wakilnya naik tahta menjadi Bupati Subang menggantikan Eep. Bahkan, pada periode 2013-2018, Ojang kembali menjabat sebagai Bupati dengan didampingi Imas Aryumningsih sebagai wakilnya.

Sayangnya, jabatan itu tidak diemban dengan baik oleh Ojang. Masa jabatan Ojang tak sampai rampung. Ojang justru menyusul mantan bosnya Eep berurusan dengan lembaga antirasuah.



Ojang berurusan dengan KPK karena tertangkap tangan menyuap tim jaksa Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dia memberikan suap agar lolos dari perkara penyelewengan anggaran BPJS 2014, yang tengah ditangani Kejati.

Akibat perbuatannya, Pengadilan Tipikor Bandung pun menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara kepada Ojang. Hingga kini, Ojang masih mendekam dibui untuk menjalani masa hukuman.

Seiring berjalannya proses hukum Ojang saat itu, Imas yang menjabat sebagai wakilnya didapuk menjadi Bupati Subang menggantikan Ojang. Imas menjabat sebagai Bupati sampai masa kepimpinan Ojang habis yakni 2018.

Senasib dengan senior-seniornya, baru-baru ini atau tepatnya pada Rabu, 14 Februari 2018 kemarin, Imas dicokok tim KPK. Dia diduga menerima suap terkait perizinan pabrik-pabrik di lingkungan Pemkab Subang.

Dalam kasus ini, Imas ditetapkan tersangka bersama tiga lainnya orang yakni Data (D) dan Kabid Perizinan DPMPTSP Kabupaten Subang Asep Santika (ASP) serta Miftahhufin (MTH) selaku pihak swasta.

Baca: KPK Tetapkan Bupati Subang Tersangka

Imas bersama Data dan Asep diduga menerima suap atas kepengurusan izin PT ASP dan PT PBM. Diduga komitmen fee awal antara pemberi dengan perantara sebesar Rp4,5 miliar. Sedangkan komitmen fee antara Bupati dengan perantara hanya Rp1,5 miliar.

Atas perbuatannya, Miftahhufin dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan, Imas, Data dan Asep selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(YDH)