Kepala KPP PMA Enam Dimutasi Usai OTT Pejabat Pajak

Surya Perkasa    •    Rabu, 17 May 2017 17:08 WIB
ott pejabat ditjen pajak
Kepala KPP PMA Enam Dimutasi Usai OTT Pejabat Pajak
Ilustrasi. MTVN/M. Rizal

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) Enam Kalibata Johnny Sirait mengaku dimutasi usai kasus suap pejabat pajak terungkap. Dia dipindah tugas ke KPP PMA Enam Pematang Siantar setelah sempat menangani tunggakan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP).

"Sejak kejadian ini, saya dipindah ke daerah. Jadi Kepala KPP PMA Enam Siantar," kata Johnny di sidang perkara dugaan korupsi suap pajak PT EKP dengan terdakwa Handang Soekarno di Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Sebelum dipindah, ia berupaya menarik pemasukan negara dari sejumlah perusahaan ekspor impor yang bermasalah pajaknya. "Kami bahkan menemukan sejumlah transaksi fiktif," kata dia.

KPP PMA Enam Kalibata yang dipimpin Johnny kemudian memeriksa ke ke lapangan. Pada 8 Agustus 2016, Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) keluar.

PT EKP yang dipimpin Rajamohanan Ramapanicker Nair mengajukan Surat Pemberitahuan masa PPN Lebih Bayar (SPT PPN LB). Namun ditolak karena PT EKP masih memiliki tunggakan pajak sebesar Rp78 miliar.

Karena banyak permasalahan pajak dan tunggakan, Johnny mengarahkan PT EKP untuk mengikuti pengampunan pajak.

"Saya bertemu Bapak Siswanto (akuntan PT EKP). Pertemuan itu juga dihadiri tim pemeriksa dan waskon (pengawasan dan konsultan) serta AR (perwalikan akuntan)," kata dia.

Dia juga membantah mencabut Pengusaha Kena Pajak (PKP) nihil tanpa mengikuti prosedur. Pencabutan PKP nihil untuk sejumlah perusahaan yang pajaknya bermasalah dilakukan setelah memerhatikan aturan dan pemeriksaan lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. Salah satunya untuk PT EKP.

Hal ini kemudian sempat dibicarakan bersama Direktur Jenderal Perpajakan Ken Dwijugiasteadi dan Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv beserta pejabat lain pada 3 Oktober 2017.

"Tapi 4 Oktober, saya ditelepon Pak Haniv. Dengan nada yang tidak enak, saya diperintahkan untuk batalkan semua pencabutan PKP," ungkapnya.

Dia mengakui beberapa kali adu urat syaraf dengan Haniv dan perwakilan PT EKP. Setelah operasi tangkap tangan terjadi, dia dipindah. Johnny pun mengaku heran.


(TRK)