KPK Selidiki Tiga Sketsa Wajah Terduga Penyerang Novel

Arga sumantri    •    Rabu, 12 Jul 2017 12:39 WIB
novel baswedan
KPK Selidiki Tiga Sketsa Wajah Terduga Penyerang Novel
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah terima sketsa wajah terduga penyerang penyidik KPK Novel Baswedan. Pimpinan KPK Saut Situmorang menyebut ada tiga sketsa wajah yang diberikan.
 
"Waktu itu saya ditunjukkin ada beberapa ya. Sekitar tiga sketsa," kata Saut di Kantor Dirjen Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu 12 Juli 2017.
 
Saut belum bisa bicara banyak soal tiga sketsa wajah itu. Ia mengatakan, koordinasi masih dilakukan dengan kepolisian terkait hasil sketsa wajah. "Kalau ditunjukkan sudah. Tapi belum (pasti), masih diselidiki" ungkap Saut.

Baca: Pemeriksaan Novel Terkendala Kesehatan
 
Penyidik kepolisian mengantongi tiga sketsa wajah terduga pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Namun tiga sketsa itu belum dikonfrontasi dengan saksi.
 
Namun, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan memastikan sketsa wajah pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan akurat. Dengan adanya sketsa itu, penyidik diharap bisa menuntaskan kasus penyiraman air keras itu dengan cepat dan akurat.
 
Tiga sketsa itu memang belum dipastikan merujuk ke pelaku Novel. Sketsa yang dibuat hasil keterangan tiga saksi yang melihat terduga pelaku penyerangan Novel. Namun, tiga sketsa wajah belum dikonfrontasi dengan Novel. Sebab, pemeriksaan lanjutan terhadap Novel masih menunggu izin dokter.
 
KPK dan kepolisian juga terus berkoordinasi terkait rencana pemeriksaan Novel di Singapura. KPK bakal melihat kondisi kesehatan Novel dan keputusan dokter yang merawat Novel di Singapura.

Baca: KPK akan Dampingi Novel Saat Diperiksa Polisi

Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria tidak dikenal di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10, Kelapa Gading, Jakarta Utara usai menjalani salat subuh pada Selasa 11 April, pukul 05.10 WIB.
 
Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri.
 
Genap tiga bulan kasus bergulir, belum ada titik terang siapa pelaku penyiraman terhadap Novel. Termasuk siapa di balik aksi penyerangan itu. Selama kurun waktu itu pula Novel masih terbaring di Rumah Sakit Singapura




(FZN)