Bos PT Sharleen Raya jadi Tersangka Suap PUPR

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 02 Jul 2018 18:36 WIB
suap proyek di kemenpu-pera
Bos PT Sharleen Raya jadi Tersangka Suap PUPR
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan)/ANT/Hafidz Mubarak

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Komisaris PT Sharleen Raya Hong Arta John Alfred sebagai tersangka suap pekerjaan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hong Arta diduga menyuap sejumlah pihak.

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penyidikan baru dengan tersangka Hong Arta," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.

Menurut Basaria, Hong Arta diduga memberi uang kepada mantan Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary Rp8 miliar dan Rp2,6 miliar pada pertengahan 2015. Sedangkan eks anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti diberi Rp1 miliar pada November 2015.

"Diduga pemberian-pemberian tersebut terkait pekerjaan proyek infrastruktur pada Kementerian PUPR," ujar Basaria.

Baca: Politikus PKS Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin

Hong Arta dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK sudah menetapkan 11 tersangka dalam kasus tersebut. Mereka ialah Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir, mantan anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini, Dessy A Edwi, Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng.

Anggota Komisi V DPR Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, Musa Zainudin, Yudi Widiana, mantan Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary, serta Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan juga menjadi tersangka dalam kasus itu. Beberapa di antaranya telah divonis.


(OJE)