Polri dan KPK Jangan Terjebak Skenario 'Cicak vs Buaya'

K. Yudha Wirakusuma    •    Jumat, 12 Oct 2018 14:33 WIB
Buku Merah KPK
Polri dan KPK Jangan Terjebak Skenario 'Cicak vs Buaya'
Ilustrasi--Boneka Buaya yang Menggigit Cicak di Bundaran Hotel Indonesia--MI/ GINO F HADI

Jakarta: Kasus dugaan perobekan buku bersampul merah yang diduga memuat aliran dana dana dari Basuki Hariman kepada Kapolri Tito Karnavian dianggap sebagai sebuah skenario. Diduga ada pihak yang berharap munculnya 'Cicak vs Buaya' jilid 3.

"Sebaiknya Polri dan KPK tidak terjebak. Karena nampaknya ada kekuatan besar yang mendorong ke arah sana," kata pengamat politik dari Point Indonesia, Karel Susetyo, dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Oktober 2018.
 
Menurutnya, tujuan digulirkannya isu perobekan buku merah untuk membuat instabilitas menjelang Pemilu dan Pilpres 2019 nanti. "Kedua institusi penegak hukum ini harus cermat dan waspada betul," ucapnya.

Baca: KPK Hati-hati Usut Dugaan Aliran Uang ke Tito

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi, berpendapat, mengacu pada pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo, tuduhan tersebut jelas sulit dibuktikan. Karena tidak memiliki rujukan dan bukti-bukti valid.

"Memang, satu-satunya cara untuk mengakhiri perdebatan itu adalah pembuktian yang dilakukan oleh penegak hukum. Sebagai tuduhan yang serius, maka pihak-pihak tertentu agar tidak melakukan politicking atas produk IndoLeaks tersebut," paparnya.

Kapolri dan jajaran Polri diminta tetap fokus dengan tugas pokoknya, sebagai penegak hukum dan pengamanan serta pelayanan. Apalagi saat ini Asian Para Games. "Pertemuan IMF-World Bank dan bencana Palu menuntut konsentrasi Polri. Polri juga harus memulai antisipasi berbagai ancaman menjelang Pemilu 2019," terangnya.


(YDH)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA