Saksi Ahli Bahasa: Alquran tak Bisa Berbohong

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 21 Mar 2017 11:28 WIB
kasus hukum ahok
Saksi Ahli Bahasa: Alquran tak Bisa Berbohong
Terdakwa kasus dugaan penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama kuasa hukumnya mengikuti sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (13/2/2017). Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Saksi ahli bahasa Rahayu Sutiarti dihadirkan dalam persidangan kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama hari ini. Rahayu mengatakan, dalam pidato Ahok tak ada menunjukkan bahwa Alquran adalah sumber kebohongan.

"Karena Alquran tidak bisa bohong. Tapi orang bisa menggunakan apapun (termasuk Alquran) untuk berbohong," kata Rahayu di persidangan di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa 21 Maret 2017.

Dari pidato tersebut, Rahayu mengartikan bahwa Ahok mengungkapkan ada orang yang menggunakan Al Maidah 51 untuk membohongi. Rahayu tak sepakat jika Al Maidah dijadikan sumber kebohongan dalam pidato Ahok.

"Karena ada kata 'pakai' dijadikan alat untuk membohongi. Seandainya pembicara menggunakan kata 'merujuk' berarti Al Maidah sumber. Tapi dia tak menggunakan kata tersebut," ujar Guru Besar UI tersebut.

Adapun maksud Ahok dalam kata 'dibohongi pakai' itu adalah merujuk kepada orang-orang yang sengaja menggunakan surat Al Maidah. Hal ini, kata Rahayu, karena merujuk pada pengalaman sebelumnya.

"Karena pada pengalaman sebelumnya, di Buku Merubah Indonesia, terdakwa sudah cerita ada orang-orang yang menggunakan ayat itu untuk maksud tertentu," kata Rahayu.


(MBM)