Kapolri Sebut Kasus Penyerangan Novel Lebih Sulit dari Bom Bali

Nur Azizah    •    Senin, 17 Jul 2017 16:27 WIB
novel baswedan
Kapolri Sebut Kasus Penyerangan Novel Lebih Sulit dari Bom Bali
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa pihak menganggap Polri tak serius menangani kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian membantah hal tersebut.

Menurutnya, kasus Novel Baswedan lebih sulit diungkap dibandingkan kasus bom Bali. Sebab, polisi kesulitan mencari barang bukti yang ditinggalkan pelaku penyiraman air keras.

"Kalau bom Bali atau Kampung Melayu banyak barang buktinya. Pelaku meninggal di tempat dan kami langsung bisa identifikasi melalui sidik jari," kata Tito di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta Pusat, Senin, 17 Juli 2017.

Baca: Sketsa Wajah Belum Mengarah ke Penyiram Novel

Dari sidik jari polisi mampu mengetahui identitas pelaku. Kemudian, mengembangkan dan mengetahui jaringan-jaringannya.

Tito menuturkan, kasus hit and run seperti penyiraman air keras yang dialami Novel butuh waktu lama. Sebab, polisi harus bekerja keras untuk mencari barang bukti. "Tapi ada kemajuan, kami sudah mengetahui saksi penting yang bertemu dengan pelaku," ujarnya.

Baca: KPK Selidiki Tiga Sketsa Wajah Terduga Penyerang Novel

Terkait soal kabar adanya Jenderal yang terlibat penyiraman air keras, Tito mengaku masih mencari tahu. Bahkan Tito telah berkoordinasi dengan KPK. "Kalau memang fakta berikan buktinya dan akan kami proses hukum. Kalaupun isu, kita akan tetapi cari kebenarannya," ujarnya

Mantan Kapolda Metro Jaya ini mengaku akan bertemu langsung dengan Novel Baswedan. Ia ingin mengetahui kebenarannya. "Sebelum lebaran sempat ingin ke sana, tapi terbentur dengan lebaran. Jadi tertunda," pungkasnya.


(YDH)