KKP Tangkap Kapal Ikan Ilegal Berbendera Vietnam & Filipina

Gabriela Jessica Restiana Sihite    •    Selasa, 21 Mar 2017 11:13 WIB
kapal asing
KKP Tangkap Kapal Ikan Ilegal Berbendera Vietnam & Filipina
Foto: MI/Immanuel

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapal ikan Vietnam dan Filipina belum kapok mencuri ikan di perairan Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas (KP) kembali menangkap 17 kapal perikanan asing (KIA) ilegal berbendera kedua negara tersebut karena beroperasi di kawasan perairan Indonesia.

"Setelah menangkap empat KIA ilegal berbendera Vietnam pada 7 Maret 2017, kali ini 17 KIA ilegal berhasil ditangkap karena melakukan penangkapan ikan secara ilegal," kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Eko Djalmo Asmadi, Selasa 21 Maret 2017.

Eko menjelaskan, 17 kapal itu ditangkap di perairan Natuna, Kepulauan Riau, dan perairan Sulawesi Utara oleh empat armada kapal pengawas, yaitu KP Hiu 12, KP Orca 01, KP Hiu Macan Tutul 02, dan KP Hiu Macan 03.

Penangkapan pertama oleh KP Hiu 12 pada 12 Maret 2017 di perairan Natuna, Kepulauan Riau atas lima KIA berbendera Vietnam, yaitu KM BV 3240 dengan bobot kapal 119,7 gross ton (GT), KM KG 90487 TS dengan bobot 102,47 GT, KM KG 90486 TS dengan bobot 63,99 GT, KM BV 93199 TS dengan bobot 60 GT, dan KM BV 93198 TS dengan bobot 45 GT.

Kelima kapal tersebut ditangkap karena menangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia (WPP-NRI) tanpa dilengkapi dokumen sah dari pihak berwenang, serta menggunakan alat tangkap terlarang pair trawl. Berhasil pula diamankan 44 orang berkewarganegaraan Vietnam yang merupakan anak buah kapal (ABK).

Pada hari berikutnya, 13 Maret, KP Orca 01 menangkap dua KIA Vietnam di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI), sekitar Natuna Kepulauan Riau. Kedua kapal yang ditangkap yaitu KM BV 4393 TS (70 GT) dan KM 93157 TS (131 GT). Kapal yang diawaki oleh 13 ABK berkewarganegaraan Vietnam juga ditangkap karena menangkap ikan di WPP-NRI tanpa izin serta menggunakan alat tangkap terlarang pair trawl.

14 Maret 2017, KP Hiu Macan Tutul 02 juga berhasil menangkap enam KIA berbendera Vietnam, antara lain KM ABADI 01 alias BV 97769 TS (107 GT), KM ABADI 02 alias BV 9982 TS (62 GT), KM ABADI 03 alias BV 96698 TS (83 GT), KM ABADI 04 alias BV 5760 TS (120 GT), KM ABADI 05 alias BV 99994 TS (109 GT), dan KM ABADI 06 alias BV 98887 TS (55 GT).

Keenam kapal diketahui tanpa dokumen sah dari Pemerintah Indonesia dan menggunakan alat tangkap terlarang pair trawl. Kapal-kapal tersebut juga mencoba mengelabuhi petugas dengan memberikan nama kapal  dengan nama Indonesia (KM ABADI) untuk menghindari pemeriksaan. Dalam penangkapan kapal, berhasil diamankan 57 orang berkewarganegaaran Vietnam.

“Sebelas kapal berbendera Vietnam hasil tangkapan KP Hiu 12 dan KP Hiu Macan Tutul 02 dikawal dan telah tiba di Pangkalan PSDKP Batam pada 19 Maret. Sedangkan dua kapal Vietnam hasil tangkapan KP Orca 01 di kawal ke Satuan Pengawasan Anambas. Selanjutnya kapal-kapal tersebut akan diproses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan,” ungkap Eko.

Di lokasi perairan berbeda, KP Hiu Macan 03 berhasil menangkap empat kapal perikanan asing ilegal asal Filipina di perairan laut Sulawesi pada tanggal 17 Maret 2017. Kapal-kapal dengan nama lambung FB Qumay, FB Alexandrea, Brave Heart, dan FB Jefeah. Berhasil diamankan sebanyak 17 ABK berkewarganegaraan Filipina.

"Untuk proses selanjutnya, kapal dan ABK dikawal ke Pangkalan PSDKP," tambah Eko.

Kapal-kapal tersebut diduga melanggar dengan sangkaan tindak pidana perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Sebagai informasi, sejak November 2014 hingga Desember 2016, Satgas 115 telah menenggelamkan 236 kapal pelaku illegal, unreported, unregulated fishing (IUUF) di wilayah Indonesia. Mayoritas merupakan kapal berbendera Vietnam sebanyak 96 kapal dan berbendera Filipina sebanyak 58 kapal.


(TRK)