Kasus Dokter Tembak Istri

Helmi Beli 2 Senjata Api Sejak 2,5 Bulan Lalu

Deny Irwanto    •    Senin, 13 Nov 2017 10:39 WIB
penembakan
Helmi Beli 2 Senjata Api Sejak 2,5 Bulan Lalu
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono--MI/ROMMY PUJIANTO

Jakarta: Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah empat hari melakukan pemeriksaan terhadap Dokter Helmi. Namun belum diketahui asal-usul dua senjata api jenis FN dan Revolver yang dimiliki Helmi.

"Sampai sekarang dia (Helmi) ngomong dapat dari seseorang perantara, yang punya juga belum diketahui, dia bilang dapat dari perantara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi, Senin 13 Oktober 2017.

Baca: Dokter Penembak Istri Meracau

Argo menjelaskan, Helmi sudah membeli dua senjata api tersebut sejak 2,5 bulan lalu. Menurutnya, dua senjata didapat dengan harga berbeda.

Dari pengakuan Helmi, senjata jenis Revolver dibeli dengan harga Rp20 juta, sedangkan senjata jenis FN dibelinya dengan harga Rp25 juta.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap dua jenis senjata tersebut, Argo memastikan jika Helmi tidak memiliki izin untuk memegang senjata.

"Kemudian setelah kita cek kepemilikan atas nama dokter Helmi, tidak ada ya di Mabes Polri dan Polda. Senjatanya itu ilegal. Nah ini kita masih cari siapa yang menjualnya," ungkap Argo.

Baca: Guru Besar Kriminologi UI: Warga Sipil Mudah Dapat Senjata Api

Sebelumnya Helmi menembak mati istrinya yang juga berprofesi sebagai dokter bernama Letty di Azzahra Medical Center Cawang, Jakarta Timur, Kamis 9 November 2017, pukul 14.30 WIB. Petugas kepolisian menduga Helmi menembak mati istrinya lantaran persoalan rumah tangga dan enggan dicerai.

Polisi menemukan dua pucuk senjata api jenis revolver rakitan dan FN, serta satu proyektil peluru padahal Helmi melepaskan enam kali tembakan saat menembak Letty.


(YDH)