Polisi belum Dapatkan Saksi Kunci Penyerangan Novel

Deny Irwanto    •    Jumat, 13 Oct 2017 17:26 WIB
novel baswedan
Polisi belum Dapatkan Saksi Kunci Penyerangan Novel
Ilustrasi: Sejumlah jurnalis melakukan aksi teatrikal sebagai bentuk dukungan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya mengaku belum mendapatkan saksi kunci untuk mengungkap penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kasus itu pun belum terbongkar kendati sudah ditelusuri selama 6 bulan.

"Kita masih tetap melakukan proses, mencari saksi-saksi yang mengetahui dari kasus itu. Kalau ada yang mengetahui kita periksa, sampai sekarang kita masih mencari. Kalau tidak mengetahui kan tidak mungkin kita BAP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat 13 Oktober 2017.

Argo menjelaskan, sejumlah saksi yang pernah dimintai keterangan tidak benar-benar mengetahui sosok pelaku penyiram air keras kepada Novel. Selain itu, polisi juga kesulitan untuk mencari terduga pelaku dari rekaman CCTV milik warga sekitar lokasi. 

"Kita mencari saksi yang melihat, ada tidak. Sampai sekarang kita belum menemukan. CCTV sudah kirim ke Australia, hasilnya tidak bisa dilihat karena pecah," jelas Argo.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor usai Salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara. Peristiwa itu terjadi pada 11 April 2017.

Baca: Kasus Novel, Polri Tunggu Respons KPK

Mata Novel mengalami kerusakan sehingga harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017. Pascaoperasi besar, dokter menutup mata Novel selama dua bulan untuk menjalani operasi lanjutan. 

Saat ini, Novel masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Singapura. Rencananya, Novel akan menjalani operasi mata tahap dua pada 21 Oktober 2017.




(OGI)