Kini Ada 5 Pengaku Lahan di Cengkareng Barat

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 27 Jul 2016 15:21 WIB
pembelian lahan cengkareng
Kini Ada 5 Pengaku Lahan di Cengkareng Barat
Lahan sengketa di Cengkareng Barat. Foto: Googlemaps.

Metrotvnews.com, Jakarta: Jumlah orang yang mengaku pemilik sah lahan sengketa di Cengkareng Barat, bertambah satu. Kali ini giliran Paul Handoko yang mendatangi Bareskrim Mabes Polri selaku pihak yang mengklaim sebagai pemilik 3,6 hetare dari 4,6 hektare lahan Cengkerang Barat.
 
Paul datang untuk membuat berita acara pemeriksaan atas laporannya kepada Toeti Noezlar Soekarno, pada 18 Juli. Dia menyebut Toeti telah mengambil tanah miliknya di lahan Cengkareng Barat dan dijualnya kepada Pemda DKI Jakarta.
 
Paul menjelaskan, bukti kepemilikan tanah itu berbentuk girik C bernomor 1033 dengan tiga persil, yakni persil nomor 31, persil nomor 82, dan persil nomor 146 di Cengkareng Barat. Tanah itu dibeli dari pemilik sebelumnya, Jimmy Subagia Mulyadi alias Lie Goan Tiam.
 
"Saya beli 1991 dengan akte notaris F.J. Mawati," kata Paul di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (27/7/2016).


Paul Handoko. Foto: MTVN/Fikar.

Entah bagaimana, menurut Paul, tanah miliknya tiba-tiba diakui milik Toeti. Namun, dia mengklaim Toeti mengakui tanahnya dengan menggunakan girik yang lokasi tanahnya berbeda.
 
Setelah itu, Toeti membuat sertifikat tanah tersebut dan menjualnya kepada Pemda DKI. "Jelas kok di situ persil 82, 146. Dia (Toeti) punya itu persilnya hanya ada 60, 70. Persil 60 mah di bandara, lokasinya jauh," ujar Paul.
 
Paul lantas melaporkan penyerobotan yang dilakukan Toeti ke Bareskrim Mabes Polri. Kuasa Hukum Paul, Morton Tobing, menambahkan, pihaknya menuding Toeti melanggar Pasal 263, Pasal 264 dan Pasal 266 KUHP.
 
"Ada pelanggaran tiga pasal. Di situ ada yang disebut pemalsuan surat-surat, kemudian memasukan ke akte keterangan-keterangan yang tidak benar. Penggantian masalah lokasi, di mana lokasi tersebut milik kita, kemudian dia ganti suratnya dan dia sertifikatkan ke BPN," kata Morton.
 
Morton menegaskan, kliennya berharap bisa mendapat ketegasan dan kebenaran atas harta dan tanah miliknya. Pasalnya, akibat pengambilan tanah ini, kliennya dirugikan ratusan miliar rupiah.
 
"3,6 hektare kalau dihitung dengan harga sekarang itu Rp14 juta per meter, klien kami itu mengalami kerugian sampai Rp500 miliar," ujar Morton.


 Bukti kepemilikan tanah Cengakerang berbentuk girik yang diklaim Paul. Foto:MTVN Fikar.

Sebelumnya lahan di Cengkareng Barat diperebutkan empat pemilik. Lahan yang berada di pinggir Jalan Kamar Raya menuai polemik setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan ada kejanggalan pembelian lahan oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI dari seorang bernama Toeti Noezlar Soekarno senilai Rp668 miliar.
 
Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan keuangan BPK atas laporan keuangan Pemprov DKI 2015, pembelian lahan di Cengkareng Barat itu mengindikasikan kerugian negara. BPK menyebut lahan yang diklaim milik Toeti sebenarnya milik Pemprov DKI melalui Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPKP). Bukti kepemilikan Pemprov DKI berbentuk Girik C.
 
Selain itu, Iskandar Dinata dan Dedih Alamsyah, ahli waris almarhum Haji Matroji juga mengklaim memiliki bukti kepemilikan tanah Cengkareng Barat seluas 11,8 hektare. Bukti itu berupa dokumen Perjanjian Perikatakan Jual Beli (PPJB) dengan Toeti.
 
Mendiang Haji Matroji diklaim lebih dulu membeli tanah 11,8 hektare dari Toeti pada 2008, sebelum dijual kembali oleh Toeti kepada Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI pada 5 November 2015.
 
Di luar itu ada nama Deddy Budiman. Ahli waris dari Lie Goan Thiam ini mengaku sebagai pemilik lahan yang sah. Deddy memegang bukti kepemilikan berupa Girik C Nomor 1033 Persil 82a S.II dan Persil 82b S.III seluas 90.541 meter persegi atau sekitar 9 hektare.
 
Girik milik Deddy merupakan hasil konversi tiga Eigendom Verponding Nomor 8012, 5769, dan 5604 yang dikeluarkan pemerintah Hinda Belanda pada 22 Januari 1906 atas nama Lie Kian Tek. Deddy masih dalam garis keturunan keluarga Lie.


(FZN)

Istri Besuk Setya Novanto di Rutan KPK

Istri Besuk Setya Novanto di Rutan KPK

3 hours Ago

Keluarga telah diizinkan untuk membesuk Setya Novanto di Rutan KPK. Istri didampingi dua kolega…

BERITA LAINNYA