KPK Dalami Dugaan Suap Syahri Mulyo untuk Kampanye

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 12 Jun 2018 19:40 WIB
ott kpk
KPK Dalami Dugaan Suap Syahri Mulyo untuk Kampanye
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kemungkinan adanya uang suap yang diduga digunakan untuk biaya kampanye Bupati Tulungagung Syahri Mulyo. Duit diduga diterima dari sejumlah kontraktor.
 
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan hingga kini dugaan masih didalami penyidik. "Nanti kita lihat dulu, masih situasi libur (Idulfitri)," kata Saut kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018.
 
Disinggung apakah Syahri sudah menggunakan sebagian uang suap untuk membiayai kampanyenya, Saut mengaku hingga belum ditemui penyidik. Namun, Saut memastikan dugaan itu akan ditelisik lebih jauh. "Sejauh ini kita belum melihat hal itu," pungkas Saut.
 
KPK tetapkan Syahri dan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar sebagai tersangka. Kedua kader PDI Perjuangan itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap di wilayah kerjanya masing-masing.

Baca: Hasto Dapat Laporan sebelum Bupati Tulungagung Ditangkap

Samanhudi diduga menerima suap atas izin proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp23 miliar. Sedangkan, Syahri diduga menerima fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung.
 
Dari OTT keduanya, KPK menyita uang Rp2,5 miliar. Selain itu, KPK menangkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Sutrisno, kemudian dari pihak swasta yakni Agung Prayitno, Bambang Purnomo, dan Susilo Prabowo.


(FZN)