Penahanan Made Oka Masagung Diperpanjang

Muhammad Al Hasan    •    Jumat, 20 Apr 2018 16:51 WIB
korupsi e-ktp
Penahanan Made Oka Masagung Diperpanjang
Tersangka kasus KTP elektronik, Made Oka Masagung, mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di KPK. Foto: Antara/Adam Bariq.

Jakarta: Masa penahanan Made Oka Masagung, tersangka kasus KTP elektronik, diperpanjang. Hal ini diperlukan untuk kepentingan penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan mulai 24 April sampai 2 Juni 2018," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selaran, Jumat, 20 April 2018.

Made Oka ditahan sejak 4 April 2018, setelah dua kali mangkir dari panggilan KPK. Dia kini meringkuk di Rutan Cabang KPK di Kavling C-1 Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam kasus KTP-el, Made Oka berperan sebagai penampung dana melalui dua perusahaannya di Singapura: SPV dan PT Delta Energy. Ia juga diduga menjadi perantara uang suap untuk anggota DPR sebesar 5 persen dari proyek KTP-el.

Baca: Putusan Pengadilan di Luar Jangkauan KPK

Dia disebut menerima USD3,8 juta peruntukan mantan Ketua DPR Setya Novanto. Fulus USD1,8 juta dikirim dari Biomorf Mauritius ke perusahaan OEM Investment Pte Ltd dan USD2 juta melalui rekening PT Delta Energy.

Made Oka disangkakan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.




(OGI)