Ahmad Dhani Copot Kaus #2019GantiPresiden di Sidang

Ilham wibowo    •    Senin, 23 Apr 2018 17:01 WIB
ahmad dhaniujaran kebencian
Ahmad Dhani Copot Kaus #2019GantiPresiden di Sidang
Musisi Ahmad Dhani memakai jas, berdasi, dan mengenakan blangkon di sidang lanjutan kasus ujaran kebencian. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Musisi Ahmad Dhani Prasetyo tak lagi mengenakan kaus bertuliskan #2019GantiPresiden dalam kelanjutan sidang ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Kader Partai Gerindra itu berdalih menggunakan gaya baru. 

"Gini, ketika saya ketik 'Ahmad Dhani' di Google kok penampilan saya jarang ada yang keren, makanya saya ganti," ujar Dhani di ruang sidang utama PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin 23 April 2018. 

Pada sidang sebelumnya, Dhani sesumbar bakal mengenakan kaus bertuliskan #2019GantiPresiden dalam setiap aktivitasnya. Kali ini, pendiri dan pemimpin grup musik Dewa 19 mengenakan pakaian formal jas berdasi dan penutup kepala khas kebudayaan Jawa. 

"Style jas dasi dan blangkon akan saya jadikan style di masa depan. Entah dalam bernyanyi atau dalam dunia politik," ucapnya. 

Gaya berpakaian itu diklaim baru pertama kali digunakan oleh Dhani sebagai musisi yang terjun di dunia politik. Dhani menyakini gaya berpakaiannya itu bakalan diikuti masyakarat serta pejabat di Tanah Air. 

"Alasannya keren saja dan belum ada yang memopulerkan jas dan blangkon. Saya takutnya ini ditiru Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) ya style kaya gini," ujar Suami Mulan Jameela ini. 

Meski mengenakan pakaian formal, Dhani tetap mengharapkan pada Pemilu 2019, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menjadi presiden. Ia mengaku bakalan memberikan dukungan penuh sebagai kader partai. 

"Setelah saya mau pakai, kaus ganti presidennya dicuci, jadi mudah-mudahan minggu depan bisa pakai lagi," pungkasnya. 

Lihat: Gaya Ahmad Dhani Berkaus #2019GantiPresiden di Sidang Perdana

Musisi Dhani Ahmad Prasetyo kembali melanjutkan sidang kasus ujaran kebencian di PN Jaksel. Kali ini kader partai Gerindra itu membacakan nota pembelaan.

Dhani didakwa dengan sengaja menyebarkan ujaran kebencian. Hal itu dilakukan Dhani melalui akun twitternya @AHMADDHANIPRAST yang dibantu oleh temannya Suryopratomo Bimo pada awal 2017.

Dhani mengirim ujaran kebencian itu kepada Suryopratomo melalui aplikasi WhatsApp pada 7 Februari 2017. Suryopratomo selaku admin akun Twitter @AHMADDHANIPRAST, kemudian menyalin dan mengunggah pesan Dhani itu ke media sosial.

Akibat perbuatannya ini, Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP. Ia diancam hukuman penjara enam tahun dan denda Rp1 miliar. 




(OGI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA