Bareskrim Kembangkan Kasus Bawang Putih Ilegal

Sunnaholomi Halakrispen    •    Jumat, 13 Jul 2018 15:00 WIB
barang ilegalbawangBawang Putih
Bareskrim Kembangkan Kasus Bawang Putih Ilegal
Ilustrasi bawang putih--MI/Aries.

Jakarta: Polri tengah mengembangkan kasus dugaan penyalahgunaan izin impor bawang putih. Sejumlah saksi telah diperiksa terkait kasus tersebut.

"Nanti kalau sudah lengkap akan kami jelaskan,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Daniel Silitonga, Jumat, 13 Juli 2018.

Menurutnya, penyidik juga memeriksa pihak Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. “Ada yang sudah dimintai keterangan, tapi saya belum evaluasi karena banyak kasus lain. Saya mau cek dulu ya,” tuturnya.

Namun, Daniel masih menutup rapat mulutnya saat ditanya siapa saksi yang diperiksa tersebut. Ia pun mengaku belum menahan tersangka Pieko Njoto Setiadi. Pieko diketahui selaku pemilik PT Fajar Mulia Transindo (FMT) dan PT Citra Gemini Mulia (CGM). “Saya belum sempat evaluasi. Saya akan segera evaluasi,” imbuhnya.

Baca: Satgas Pangan Bidik Importir Bawang Putih Ilegal

Terkait kasus dugaan penyalahgunaan izin impor bawang putih, Bareskrim mengamankan 300 ton bawang putih di sebuah gudang kawasan Surabaya, Jawa Timur, yang diduga berasal dari Tiongkok.

Impor bawang putih yang dilakukan oleh PT CGM diduga telah melanggar kesepakatan yang tercantum dalam dokumen perjanjian. Seharusnya, pelaksanaan impor diserahkan kepada PT Pertani (Persero).

Sebelumnya, Bareskrim telah menetapkan empat tersangka lain, yakni Direktur PT TSR (Tunas Sumber Rejeki) dengan inisial TKS, Direktur Operasional PT Pertani berinisial MYI, Direktur PT CGM dengan inisial TDJ, dan PN (Pieko Njoto Setiadi). Bareskrim menetapkan tersangka dari PT TSR karena sejumlah tujuh ton bawang putih diimpor oleh perusahaan rekanan PT PTI yang merupakan rekan PT TSR.

Keempat tersangka pun dijerat dengan Pasal 144 Jo Pasal 147 UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan serta Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 3 UU No 8 tahun 2010 tentang TPPU Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara atau denda Rp 6 miliar dan paling lama 20 tahun penjara atau denda Rp 10 miliar.


(YDH)

Hari Ini, Dokter Bimanesh Hadapi Vonis Hakim

Hari Ini, Dokter Bimanesh Hadapi Vonis Hakim

3 hours Ago

Dokter Bimanesh Sutarjo bakal mendengarkan sidang pembacaan putusan oleh majelis hakim Tindak P…

BERITA LAINNYA