Korban Facebook Diminta Melapor ke Polisi

Ilham wibowo    •    Senin, 16 Apr 2018 15:55 WIB
facebookcyber securityCambridge Analytica
Korban Facebook Diminta Melapor ke Polisi
Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri, Brigjen Muhammad Iqbal. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Jakarta: Pengguna Facebook dari Indonesia yang merasa jadi korban pembocoran data diminta melapor kepada kepolisian. Kesaksian korban akan memperkuat penyelidikian dugaan pelanggaran pidana.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan fakta pelanggaran yang dilakukan Facebook terhadap pengguna dari Indonesia. Karenanya, penyidik perlu mengambil keterangan dari pengguna yang merasa datanya disalahgunakan.

"Polri mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke Dittipidsiber Bareskrim Polri bagi siapapun yang menerima pemberitahuan langsung dari Facebook agar menjelaskan pengalaman pribadinya secara langsung sebagai saksi," kata Iqbal, Senin, 16 April 2018.

Baca juga: 9 April, Pengguna Facebook Indonesia Bisa Tahu Jika Datanya Bocor

Polri serius merespons polemik kebocoran data pengguna jejaring sosial asal Amerika Serikat ini. Menurut Iqbal, kegaduhan seperti di bebrapa belahan negara lantaran berita bohong yang disebarkan melalui Facebook tak boleh kembali terjadi.

"Kisruh adanya dugaan kebocoran data pribadi pengguna Facebook di Indonesia membuat Polri dan Kemenkominfo sepakat untuk bekerja sama menangani masalah ini dengan serius," tuturnya.

Penyidik masih menantikan agenda pertemuan dengan perwakilan Facebook di Indonesia guna mendapati keterangan dan konfirmasi isu yang dinilai meresahkan masyarakat ini. Polri dinilai perlu mengantisipasi bentuk ancaman keamanan terutama jelang pesta demokrasi di Tanah Air seperti menyebar fitnah, pencemaran nama baik, provokasi, penyebaran hate speech, hoax dan fakenews.

Baca juga: Skandal Cambridge Analytica tak Berdampak Besar ke Facebook

Facebook pun perlu memenuhi standar yang berlaku sesuai norma, etika dan adat istiadat agar keberadaannya tetap terjamin di Indonesia. Masyarakat kemudian diajak untuk turut serta menjadi bagian pengawasan dari setiap informasi yang ada di media sosial Facebook.

"Polri maupun Kemenkominfo turut mengkhawatirkan jika Facebook dijadikan alat utama demi kepentingan individu untuk melakukan perbuatan tidak bertanggung jawab," kata Iqbal.


(MBM)