Ombudsman Temukan 4 Maladministrasi Kemenag di Kasus ABU Tours

Faisal Abdalla    •    Selasa, 17 Apr 2018 13:58 WIB
Abu Tours Travel
Ombudsman Temukan 4 Maladministrasi Kemenag di Kasus ABU Tours
Konfrensi pers Ombudsman soal ABU Tours - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Ombudsman menerbitkan laporan terkait kasus penipuan umrah oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) Amanah Bersama Ummat (ABU) Tours. Dari hasil pemeriksaan, Ombudsman menemukan empat malaadministrasi yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag). 

"Ombudsman menemukan empat malaadministrasi yang dilakukan Kemenag dalam pengawasan penyelenggaraan layanan ibadah umrah," kata Komisioner Ombudsman Ahmad Suaedy di kantor Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 17 April 2018 

Pertama, Ombudsman menilai Kemenag tak kompeten dalam mengawasi penyelenggara ibadah umrah. Hal itu dilihat dari tidak efektifnya pengawasan yang dilakukan terhadap kinerja PPIU sehingga banyak anggota jemaah umrah gagal berangkat. 

"Kedua, Kemenag mengabaikan kewajiban hukum karena lambat dalam memberikan sanksi terhadap PPIU yang gagal memberangkatkan jemaah. Bahkan, penyelenggara sempat melakukan penipuan dan penggelapan dana anggota jemaah," kata Suaedy. 

(Baca juga: 381 Calon Jemaah ABU Tours Lapor ke Polda DIY)

Selain itu, Ombudsman juga menilai Kemenag telah melakukan malaadministrasi berupa pemyimpangan prosedur dengan membiarkan transaksi antarcalon jemaah dengan PPIU tanpa kontrol tertulis yang dapat merugikan calon anggota jemaah umrah. 

"Terakhir, bentuk malaadministrasi yang dilakukan Kemenag adalah penyalahgunaan wewenang, misalnya dengan memberikan kesempatan kepada ABU Tours untuk memberangkatkan calon anggota jemaah secara ilegal setelah izinnya dicabut dengan penambahan biaya," kata Suaedy. 

Atas temuan-temuan itu, Ombudsman menyarankan Kemenag agar segera memperbaiki kinerja dalam pengawasan penyelenggaraan ibadah umrah. Ombudsman juga menyarankan Kemenag melakukan moratorium sementara pendaftaran ibadah umrah untuk dilakukan audit menyeluruh. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi temuan-temuan Ombudsman tersebut. Menag berjanji akan mempertimbangkan temuan-temuan Ombudsman sebagai bahan evaluasi ke depan.

"Ini adalah sesuatu yang sangat objektif. Kami bersyukur untuk saran-saran dan perbaikan," pungkas Lukman. 

(Baca juga: Aset ABU Tours yang Disita Polisi Bernilai Rp150 Miliar)




(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA