Komisi 8 DPR Pernah Ingatkan Kemenag Terkait Kasus First Travel

Arga sumantri    •    Sabtu, 12 Aug 2017 12:02 WIB
kemelut first travel
Komisi 8 DPR Pernah Ingatkan Kemenag Terkait Kasus First Travel
Calon jemaah umrah mendatangi kantor pengelola biro jasa umrah First Travel di Cisalak, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/8). ANT/Indrianto Eko.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi 8 DPR Sodik Mujahid menyesalkan kasus penelantaran calon jemaah umrah yang dilakukan First Travel. Sodim mengaku sudah pernah mengingatkan pihak terkait.

"Saya sudah sering warning ke Kementerian Agama, kepada menteri langsung, soal travel semacam ini," ungkap Sodik dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 12 Agustus 2017.

Sodik sudah curiga dengan sistem yang dijalankan First Travel. Apalagi, Sodik melihat pola kerja biro umrah itu lebih mirip Multi Level Marketing (MLM). 

"Apalagi juga disebut melanggar peraturan OJK (Otoritas Jasa Keaungan)," ungkap dia.

DPR pernah meminta Kemenag mencabut izin First Travel. Kemenag sempat menolak hal itu karena memikirkan kepentingan calon jemaah. Kemenag, tambah Sodik, memutuskan memberi kesempatan kepada biro umrah tersebut.

"Tapi kan akhirnya dicabut juga. Korban sudah puluhan ribu. Saya sangat amat menyesalkan," ujar Sodik.

Badan Reserse Kriminal Polri Menangkap pemilik penyedia jasa umrah First Travel atas nama Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Suami-istri itu ditangkap karena diduga menipu calon jemaah umrah.

Kedua tersangka ditangkap di kompleks perkantoran Kementerian Agama RI pada Rabu 8 Agustus 2017 pukul 14.00 WIB. Keduanya dijerat Pasal 55 jo Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP, serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pemilik First Travel dilaporkan ke Bareskrim pada Jumat 4 Agustus 2017. Pelapor yang terdiri dari agen dan calon jemaah mengaku kecewa karena First Travel tak kunjung memastikan tanggal keberangkatan ke Tanah Suci. Padahal, mereka telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah ke First Travel sejak 2015.


(DRI)