NIlai Pancasila untuk Anak-Anak Perlu Lebih Implementatif

Ilham wibowo    •    Kamis, 14 Sep 2017 04:02 WIB
pancasila
NIlai Pancasila untuk Anak-Anak Perlu Lebih Implementatif
Sosialisasi seminar nasional 'Peran Pancasila dalam Memperkokoh NKRI' oleh peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI-TA 2017. (Foto Dokumentasi).

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak-anak Indonesia membutuhkan Pancasila yang implementatif. Penerapannya harus dapat dirasakan dalam kehidupan keseharian mereka. 

Pernyataan ini disampaikan Sestama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Komjen Pol Arif Wachjunadi dalam sosialisasi seminar nasional denga tema 'Peran Pancasila Dalam Memperkokoh NKRI', Rabu 13 September 2017.  Ia mengatakan, nilai luhur Pancasila dapat ditanamkan kepada anak-anak.

Arif yang merupakan Ketua Senat Peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI-TA 2017 Lemhannas RI ini menilai, anak-anak perlu sejak dini ditanamkan Pancasila untuk membangun persahabatan dengan semua orang tanpa diskriminasi, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras atau strata sosial. Hasilnya, mereka akan menjadi generasi yang pluralis yang menghargai kesetaraan, kemajemukan dan juga kebersamaan. 

"Kita semua tanpa terkecuali harus terlibat dalam membangun generasi baru Indonesia yang berjiwa Pancasila," kata Arif melalui keterangan tertulis, Rabu 13 September 2017. 

Menurut Arif, anak-anak membutuhkan bentuk nyata dari implementasi pengamalan Pancasila. Karenanya, seminar nasional yang akan dilaksanakan pada 16 November 2017 itu diharapkan dapat menghasilkan berbagai bentuk implementasi sebagai sarana penanaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.  Adapun judul seminar yang dipilih adalah, 'Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Sistem Pendidikan Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam rangka Meningkatkan Ketahanan Nasional'.

Lagu berjudul 'Pergi Belajar' misalnya, adalah salah satu contoh penanaman nilai penghormatan kepada orang tua. Selain itu, penerapan nilai Pancasila juga bisa diterapkan dengan diajarkannya kembali lagu-lagu daerah seluruh Indonesia atau bahkan diciptakan kembali lagu-lagu yang menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan tanpa diskriminasi, maupun pengajaran solidaritas tanpa perbedaan.

"Cara yang lain antara lain adalah pemilihan ketua kelas dengan cara musyarawah, jambore nasional anak-anak dari berbagai daerah, atau gerakan anti-korupsi dengan berdisplin waktu. Karya dan pengalaman nyata anak-anak tentang nilai-nilai Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika serta UUD NRI 1945, akan membekas dalam pertumbuhan hidup mereka,” tuturnya. 

Namun demikian, Arif Wachjunadi menegaskan bahwa, para pendidik juga harus berjiwa Pancasilais dulu sebelum mendidik anak-anak. Dikhawatirkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila untuk anak-anak tidak memenuhi harapan karena para pendidiknya tidak memberi contoh jiwa Pancasilais.

Seminar nasional ini bertujuan menghadapi arus nilai-nilai ideologi lain akibat dari globalisasi, yang tantangannya lebih besar dan berat. Sejumlah tokoh nasional dan pendidik dari perguruan tinggi akan turut hadir memberikan pemikiran. 

Peserta PPSA XXI yang turut dalam sosialisasi seminar nasional itu adalah Mayjen TNI Madsuni (Danjen Kopassus), Marsda Imran Baidirus (Pangkoopsau I), Brigjen TNI (Mar) Lukman (Dankomar Pasmar I Surabaya),  Prof DR Gumilar R Somantri, Taufik Dwicahyono MSc,  Brigjen TNI A. Daniel Chardin (Kasdam Iskandar Muda), Laksma TNI Edi Sucipto (Danlantamal V Surabaya), Laksma TNI Muhammad Ali (Waasrena KASAL), Prof DR Lydia Freyani Hawadi, AM Putut Prabantoro dan Brigjen TNI Achmad Marzuki (Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian TNI-PMPP).


(HUS)

KPK Beberkan Proses Penetapan Tersangka Setya Novanto

KPK Beberkan Proses Penetapan Tersangka Setya Novanto

2 hours Ago

KPK meyakinkan, semua proses hukum sudah sesuai aturan berdasarkan alat bukti permulaan yang cu…

BERITA LAINNYA