Penggalangan Dana Keluarga Zoya Hanya Diminta untuk Rumah Layak

Whisnu Mardiansyah    •    Rabu, 06 Sep 2017 19:37 WIB
kekerasan
Penggalangan Dana Keluarga Zoya Hanya Diminta untuk Rumah Layak
Penandatangan antara Keluarga Almarhum Zoya dengan IDC. (Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah).

Metrotvnews.com, Jakarta: Keluarga almarhum Muhammad Al-Zahra alias Zoya disebut hanya meminta sebagian dari hasil penggalangan dana oleh Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC). Dana tersebut untuk pembuatan rumah layak huni.

"Berapa pun dapatnya yang penting dibuatkan rumah yang layak saja. Tidak mesti diambil 100 persen," kata pengacara keluarga almarhum Zoya, Abdul Chalim saat dihubungi Metrotvnews.com, Jakarta, Rabu 6 September 2017.

(Baca juga: Istri Almarhum Zoya: Banyak Penggalang Dana Mengatasnamakan Saya)

Kata Chalim, hasil penggalangan dana oleh IDC di luar perkiraan. Dari koordinasi dengan keluarga, IDC awalnya ingin menggalang dana sebesar Rp50 juta. Dana tersebut untuk membayar biaya kontrak rumah istri almarhum dan biaya kehidupan sehari-hari.

"Dalam perjalanan IDC mendapatkan amanat yang lebih besar. Jadi merubah niatnya yang awalnya uang itu ditingkatkan lagi menjadi rumah," jelasnya.

(Baca juga: IDC Bantah Ingkar Janji Berikan Rumah untuk Keluarga Almarhum Zoya)

Dari total dana yang didapat, sisanya senilai Rp400 juta, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada IDC untuk mengelola dana itu untuk anak yatim lainnya. Kesepakatan itu tertulis dan bermaterai yang ditandatangani oleh pihak keluarga dan IDC.

"Masih ada sisa, maka dia gunakan kembali pahalanya untuk almarhum suaminya," ujarnya. 

(Baca juga: Alasan IDC tak Berikan Semua Hasil Penggalangan Dana ke Keluarga Zoya)

Dalam kesepakatan itu pun tertulis, jika nantinya harga rumah layak huni di atas Rp250 juta, maka sisanya akan ditanggung oleh Yayasan IDC. Harga rumah layak huni yang akan dibeli fluktuatif.

"Ternyata rumah yang layak nilainya lebih dari Rp250 juta, maka kita akan meminta kekurangan untuk dibelikan rumah yang layak," pungkasnya.


(HUS)