KPK Mitigasi Risiko Lindungi Penyidik

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 14 Nov 2017 17:48 WIB
pelemahan kpknovel baswedan
KPK Mitigasi Risiko Lindungi Penyidik
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat intimidasi dari pihak-pihak tertentu. Intimidasi diduga berkaitan dengan penanganan kasus-kasus korupsi yang menjerat tokoh atau orang berpengaruh.

"Iya, memang ada intimidasi ke penyidik," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Salah satu intimidasi yang paling nyata dan terungkap ke publik adalah penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan pada 11 April 2017. Akibatnya, kedua mata Novel rusak, namun kerusakan terparah dialami mata kiri.

Intimidasi lain juga dialami penyidik lain. Bentuknya beragam, semisal kecelakaan dengan unsur kesengajaan, ancaman, serta perusakan barang milik penyidik.

Febri mengaku tak bisa menyebutkan secara rinci total penyidik yang mendapat intimidasi sepanjang 2017. Yang pasti, kata dia, intimidasi bisa dialami penyidik dalam kondisi dan situasi apa pun.

Untuk mengurangi intimidasi, lembaga Antirasuah telah menyiapkan beberapa langkah konkrit. Salah satunya memetakan risiko penyidik saat menggarap satu perkara korupsi.

"Kita punya mitigasi risiko. Kita lakukan pemetaan secara kelembagaan, jadi di-update terus," ucap Febri.

Di sisi lain, Febri mengatakan, KPK terus berkoordinasi dengan kepolisian. Menurutnya, komunikasi dengan korps Bhayangkara ini penting untuk melindungi penyidik dari intimidasi tersebut.

"Tentu koordinasi dengan aparat setempat juga terus dilakukan untuk meminimalisasi intimidasi," kata Febri.




(UWA)