Benih Lobster Selundupan Bernilai Rp6,7 Miliar

Dhaifurrakhman Abas    •    Rabu, 14 Feb 2018 19:58 WIB
penyelundupan
Benih Lobster Selundupan Bernilai Rp6,7 Miliar
Empat tersangka penyelundupan benih lobster. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas

Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipidter) Bareskrim Polri menggagalkan upaya penyelundupan 33.400 benih lobster dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Jika ditaksir, total keuntungan benih lobster selundupan itu bernilai Rp6,7 miliar.

"Kita taksir satu ekor benih lobster seharga Rp200 ribu. Dikalikan saja dengan total barang bukti 33.400 benih lobster. Bernilai sekitar Rp6,7 miliar," kata Kasubdit IV Dirtipiter Bareskrim Polri, Kombes Parlin Silitongga, di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Februari 2018.

Parlin mengatakan, benih lobster yang hendak diselundupkan itu berjenis mutiara dan pasir. Lobster jenis ini masuk kategori hewan langka yang tak boleh diperjualbelikan. Larangan itu termuat dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan.

"Apabila ingin diperjualbelikan, hendaknya dengan ketentuan, hewan-hewan itu tidak dalam kondisi bertelur atau minimal dengan ukuran yang sudah mencapai delapan centimeter atau seberat 200 gram," ujarnya.

Baca Juga: Penyelundupan 33 Ribu Benih Lobster Digagalkan

Parlin mengimbau masyarakat proaktif melaporkan ke penyidik apabila menemukan hal-hal terkait penyelundupan, penangkaran, pengadaan benih jenis lobster, kepiting maupun rajungan yang akan dikirim ke luar negeri.

"Penyelundupan lobster ini menyangkut kerugian negara dan terkait kemakmuran alam Nusantara. Sehingga masyarakat yang tahu, jangan sungkan untuk melapor ke penyidik" ungkapnya.

Dalam kasus ini, Bareskrim mencokok empat tersangka yakni DS, KM, ML dan HT. Mereka ditangkap saat berupaya menyelundupkan 33.400 benih lobster pada Selasa, 6 Februari 2018 lalu.


(AGA)