KPK Dalami Perkara TPPU Rita Widyasari

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 01 Feb 2018 11:35 WIB
gratifikasi bupati kutai rita widyasari
KPK Dalami Perkara TPPU Rita Widyasari
Bupati nonaktif Kukar Rita Widyasari - MI.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tersangka Bupati nonaktif Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari (RIW). Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka TPPU," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018.

Bersama dengan Rita, penyidik juga memeriksa tersangka lain yakni Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB), Khairudin. Belum diketahui, apakah dalam pemeriksaan keduanya akan dikonfrontasi ihwal kasus tersebut.

KPK menetapkan Rita dalam tiga perkara rasuah. Pertama, Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Keduanya diduga telah menerima Rp436 miliar yang merupakan fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar.

(Baca juga: KPK Dalami Aliran Uang Kontraktor ke Bupati Kukar Rita)

Kedua, Rita dan Khairudin juga ditetapkan sebagai tersangka suap bersama dengan Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun. Rita diduga menerima suap sebesar Rp6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Ketiga, Rita dan Khairudin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. Rita bersama Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp6,97 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar.

Selain penetapan tersangka, KPK juga menyita sejumlah aset milik Rita. Aset yang disita terdiri dari mobil Toyota Vellfire, Ford Everest, Land Cruiser, hingga dua unit apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Belakangan KPK menyita sejumlah tas mahal milik Rita. Tas itu diduga dibeli untuk menyamarkan uang korupsi. 

(Baca juga: Uang Gratifikasi Bupati Rita Diduga dari Para Kadis Pemkab Kukar)






(REN)