Saksi Ahli Bahasa Sebut Pidato Ahok Bagian dari Pengalaman

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 21 Mar 2017 13:29 WIB
kasus hukum ahok
Saksi Ahli Bahasa Sebut Pidato Ahok Bagian dari Pengalaman
Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (memakai batik) duduk di dalam ruang sidang saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/3/2017). Fot

Metrotvnews.com, Jakarta: Ahli Bahasa Lingustik Rahayu Sutiarti mengatakan tak ada unsur penodaan agama dan penistaan agama dalam pidato Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu.

Adapun pidato yang menyinggung-nyinggung surat Al Maidah 51 tersebut merupakan cara Ahok meceritakan pengalaman pribadinya yang pernah dia rasakan.

"Kata-kata surat itu hanya bagian cerita pengalaman dia. Itu juga berdasarkan fakta yang pernah terjadi," kata Rahayu di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Maret 2017.

Hal ini dikatakan Rahayu setelah dirinya juga membaca buku Merubah Indonesia yang ditulis Ahok. Di buku itu diceritakan bahwa Ahok pernah dijegal menggunakan selebaran yang membawa-bawa 'jangan memilih pemimpin non-Islam'.

"Jadi itu juga ceritanya berdasarkan fakta. Sudah penah dirasakan langsung oleh si pembicara (Ahok). Bukan suatu yang mengada-ada," ungkap Guru Besar UI tersebut.

Secara garis besar, pidato Ahok di Kepulauan Seibu lebih banyak bercerita soal budidaya ikan di Kepulauan Seribu. Dia juga mengatakan tak ada kampanye dalam pidato tersebut.

"Malah mengkampanyekan soal program budidaya ikan dan meyakinkan masyarakat program itu berhasil," kata Rahayu.


(MBM)