Pemohon SIM Tidak Wajib Mengikuti Sertifikasi Jakarta Safety Driving Center

Deny Irwanto    •    Senin, 17 Oct 2016 14:37 WIB
simott di kemenhub
Pemohon SIM Tidak Wajib Mengikuti Sertifikasi Jakarta Safety Driving Center
Sejumlah pengendara mengikuti ujian berkendara saat membuat SIM di gedung Satpas SIM, Daan Mogot, Jakarta Barat -- ANT/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian tidak mewajibkan pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kantor Satuan Pelaksana Administrasi SIM (Satpas) Daan Mogot, Jakarta Barat, mengikuti tahapan sertifikasi di Jakarta Safety Driving Center (JSDC). Sertifikasi berkendara di JSDC tidak ada kaitannya dengan pembuatan SIM.

"Itu (JSDC) murni pihak swasta, di luar pelayanan Satpas SIM," kata Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Doni Hermawan kepada Metrotvnews.com, Senin (17/10/2016).

Doni mengakui, keberadaan JSDC yang satu komplek dengan Satpas SIM kerap membuat pemohon SIM bingung. Namun, keberadaan JSDC tersebut sudah melalui prosedur penyewaan lahan yang dibayar kepada negara.

"Keberadaan (Satpas SIM) di Daan Mogot memang lahannya luas, ada rusun, ada lahan kosong juga. Kebetulan, JSDC menyewa lahan dan sudah melalui prosedur bayar ke negara. Itu kan tanah negara," jelas Doni.

(Baca: Urus SIM di Satpas Ditlantas PMJ Bertarif Resmi Rasa Calo)

Menurut Doni, polisi tidak pernah mengarahkan pemohon SIM untuk mengikuti proses sertifikasi di JSDC. "Enggak ada kewajiban," tegasnya.

Sertifikasi JSDC Tidak Menjamin Lulus Ujian SIM
Menurut informasi yang dihimpun, biaya untuk basic safety riding sepeda motor dan mobil di JSDC mencapai Rp635 ribu. Namun, mengantongi sertifikasi dari JSDC tidak lantas membuat pemohon leluasa mendapat SIM.


Mekanisme penerbitan SIM di Satpas Ditlantas PMJ -- MTVN/Ilham Wibowo

Doni memastikan, kepolisian tidak membedakan pelayanan bagi pemohon SIM yang mengikuti sertifikasi di JSDC maupun tidak. "Masyarakat yang ikut JSDC cuma punya persiapan lebih saja, tapi enggak menjamin lolos. Ada siswa mereka (JSDC) yang enggak lolos, kita kembalikan karena enggak cukup nilainya," jelasnya.

(Baca: Satpas SIM di Polda Metro Jaya Banyak Pelanggaran)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, pemohon SIM harus memiliki keahlian dalam mengemudi. Keahlian bisa diperoleh dengan mengikuti pendidikan dari pihak penyedia jasa latihan mengemudikan kendaraan ataupun belajar sendiri.

Pasal 77 Undang-undang Lalu Lintas Angkutan Jalan ayat 3 menyebutkan, untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi, calon pengemudi harus memiliki kompetensi mengemudi yang dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan atau belajar sendiri. Ayat 4, untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi Kendaraan Bermotor Umum, calon pengemudi wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan pengemudi angkutan umum.




(NIN)