Dirut OSMA Group Diminta Menyerahkan Diri

Yogi Bayu Aji    •    Minggu, 16 Oct 2016 14:55 WIB
ott kpk
Dirut OSMA Group Diminta Menyerahkan Diri
Komisioner KPK Basaria Panjaitan dan Laode M Syarif dalam konferensi pers soal OTT terhadap anggota DPRD dan PNS Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen, Minggu 16 Oktober/MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (OSMA) Group Hartoyo diburu Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia diminta menyerahkan diri karena diduga terlibat suap di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

"Harap beliau secepatnya melaporkan diri ke KPK, datang ke KPK. Sekarang beliau dicari kerja sama dengan Polri, lebih baik beliau serahkan diri ke KPK atau ke kantor polisi terdekat," tegas Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif dalam konferensi pers di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (16/10/2016).

Hartoyo diduga memerintahkan Salim, bawahan yang menjalankan anak usaha OSMA Group di Kebumen, menyuap eksekutif dan legislatif di sana. Salim ikut diamankan pada operasi tangkap tangan, Sabtu 15 Oktober.

Namun, KPK punya alasan mengapa Hartoyo yang merupakan bos PT OSMA Group di Jakarta belum dijadikan tersangka. "Karena belum diperiksa," ucap Syarif.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka dari operasi tangkap tangan di Kabupaten Kebumen, kemarin. Mereka ialah Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen Yudhi Tri H. dan Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kebumen Sigit Widodo.

Keduanya diduga menerima suap terkait ijon proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen. Pada APBD Perubahan 2016, Dinas Pendidikan mendapatkan Rp4,8 miliar untuk pengadaan buku, dan alat peraga.

Belakangan, ada kesepakatan antara tersangka dengan pengusaha dari Jakarta untuk mendapatkan proyek di Dinas Pendidikan. Tersangka dijanjikan fee 20 persen dari Rp4,8 miliar bila proyek teralisasi.

"Kemudian kesepakatan diterima Rp750 juta," jelas Basaria.

KPK mengamankan Rp70 juta dari tangan Yudhi sebagai bagian dari kesepatan.

Kedua tersangka kena jerat hukum. Mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

KPK juga mengamankan Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo, Anggota DPRD Kebumen Dian Lestari dan Hartono, serta Salim, pengusaha asal Kebumen. Namun, dari hasil pemeriksaan, mereka masih berstatus sebagai saksi.


(OJE)