Bermain Kasus Narkoba, Jabatan Franky Jadi Taruhan

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 22 Sep 2016 17:39 WIB
kasus pemerasan
Bermain Kasus Narkoba, Jabatan Franky Jadi Taruhan
Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Franky Haryanto Prapat -- ANT/Wira Suryantala

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Franky Haryanto Prapat saat ini masih diperiksa petugas Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri terkait kasus dugaan pemerasan ke pengguna dan bandar narkoba. Jabatan Franky kini jadi taruhan.

"Sudah diberikan arahan kepada Kapolda untuk melaporkan kepada Kapolri jika kinerja bawahannya menangani narkoba tidak benar, apalagi menangani hukum. Bahkan, bisa dilakukan pergantian. Taruhannya ya kepada jabatan yang bersangkutan," jelas Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2016).

(Baca: Direktur Narkoba Polda Bali Diduga Memeras)

Boy menjelaskan, Kapolri Jenderal Tito karnavian telah mewanti-wanti agar segala bentuk kasus terkait narkoba terus dipantau dan dievaluasi. Pasalnya, rentan terjadi penyelewengan.

"Kita harus perangi bahaya narkoba. Kinerja dari para jajaran yang menangani narkoba, termasuk direkturnya, juga dipantau terus dan dievaluasi," kata Boy.

Menurut Boy, pihaknya masih menggali keterangan dari sejumlah saksi. Berbagai data pun masih dikumpulkan.

"Jadi, belum tahap kesimpulan karena hasil dari pemeriksaan itu bisa saja dilimpahkan kepada Kapolda," bebernya.

(Baca: Kasus Direktur Narkoba Polda Bali Coreng Citra Polri)

Kasus ini bermula dari laporan pengguna narkoba yang diduga sempat diperas Franky. Petugas kemudian melakukan pengecekan dan penggeledahan.

Franky ditangkap tim dari Biro Pengamanan Internal pada Senin (19/9/2016). Dia diduga melakukan pemerasan terhadap tersangka kasus penyalahgunaan narkotik dengan barang bukti di bawah 0,5 gram. Franky juga diduga melakukan pemotongan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) 2016.

Barang bukti yang diamankan, di antaranya uang Rp50 juta di dalam brankas. Ditemukan juga pemerasan dalam tujuh kasus narkoba di bawah 0,5 gram, dengan uang perasan sebesar Rp100 juta.

 


(NIN)

Paradoks di Pilgub DKI Jakarta

Paradoks di Pilgub DKI Jakarta

2 minutes Ago

Pilkada Serentak gelombang II lebih berwarna, khususnya di DKI Jakarta. Karena dari enam orang …

BERITA LAINNYA
Video /