KPK Periksa Bos PT SMART

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 05 Dec 2018 10:45 WIB
kasus suap
KPK Periksa Bos PT SMART
Ilustrasi KPK - MI.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk, Jo Daud Dharsono. Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait fungsi pengawasan anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) terhadap pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan perusahaan sawit anak usaha PT Sinar Mas.

"Jo Daud akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ‎ESS (Direktur PT Binasawit Abadi Pratama, Edy Saputra Suradja)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 5 November 2018.

Penyidik juga memanggil tiga saksi lain. Mereka yakni Kadis Lingkungan Hidup Kalteng, Fahrizal Fitri; Kabid Pemantauan Lingkungan Provinsi Kalteng, Arianto; serta tim ahli Komisi B DPRD Kalteng, Nicko Haryadi.

"Ketiganya akan diperiksa untuk penyidikan ESS," pungkas dia. 

(Baca juga: Dua Legislator Kalteng Diperiksa Kasus Suap PT Binasawit)

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Tujuh tersangka tersebut yakni, Ketua Komisi B DPRD Kalteng, Borak Milton.

Kemudian, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng, Punding LH Bangkan; dua anggota Komisi B DPRD Kalteng‎ Arisavanah dan Edy Rosada, Direktur PT Binasawit Abadi Pratama, Edy Saputra Suradja; CEO PT Binasawit Abadi Pratama, Willy Agung Adipradhana; serta Manajer Legal PT BAP, Teguh Dudy Syamsury Zaidy.

Dalam kasus ini, PT BAP yang merupakan anak usaha Sinar Mas Group diduga telah menyuap sejumlah Anggota DPRD Kalteng terkait pembuangan limbah pengolahan sawit di Danau Sembuluh sebesar Rp240 juta.

Sejumlah perizianan PT BAP juga diduga bermasalah. Disinyalir ada pemberian-pemberian lain dari PT BAP untuk sejumlah anggota Komisi B DPRD Kalteng untuk mengurus atau memuluskan perizinan PT BAP yang bermasalah tersebut.

(Baca juga: KPK Geledah PT SMART dan PT BSA)
 


(REN)