Hadapi Vonis, Zumi Tak Banyak Bicara

Fachri Audhia Hafiez    •    Kamis, 06 Dec 2018 11:16 WIB
ott anggota dprd jambi
Hadapi Vonis, Zumi Tak Banyak Bicara
Sidang putusan Terdakwa Zumi Zola. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menggelar sidang putusan terhadap terdakwa Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola. Dia sebelumnya didakwa menerima suap dan gratifikasi anggota DPRD Provinsi Jambi.
 
Menggunakan batik biru Zumi tiba bersama kuasa hukum tanpa banyak menanggapi pertanyaan awak media.
 
"Saya serahkan ke kuasa hukum saja," singkat Zumi di lokasi, Kamis, 6 Desember 2018.
 
Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) sebelumnya menuntut Zumi Zola dengan pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Ia dinilai telah terbukti menerima gratifikasi dengan total Rp44 miliar, serta terbukti menyuap pihak DPRD Provinsi Jambi sebesar Rp16,4 miliar.
 
Dalam perkara gratifikasi, Zumi diyakini telah menerima gratifikasi total Rp44 miliar. Ia menerima uang gratifikasi melalui Apif Firmansyah senilai Rp34,639 miliar, dari Asrul Rp2,770 miliar dan USD147.300.

Baca: Zumi Zola Menghadapi Vonis

Tidak hanya itu, Zumi juga mendapat mobil Toyota Alphard bernomor polisi D 1043 VBM yang berasal dari Asrul. Zumi juga menerima pemberian uang melalui Arfan Rp3,068 miliar dan USD30 ribu serta SGD100 ribu.
 
Jaksa juga menuntut majelis hakim mencabut hak politik selama 5 tahun setelah Zumi Zola selesai menjalani hukuman. Jaksa menilai, penerimaan sejumlah gratifikasi dan penyuapan kepada pihak DPRD dinilai telah menciderai amanat rakyat yang telah memilihnya sebagai Gubernur.
 
Zumi diyakini melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.


 


(FZN)