Skema Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Dipertanyakan

Nur Azizah    •    Minggu, 20 Jan 2019 15:26 WIB
abu bakar baasyir
Skema Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Dipertanyakan
Abu Bakar Ba'asyir di LP Gunung Sindur/Foto: Istimewa

Jakarta: Institute for Criminal and Justice Reform (ICJR) mempertanyakan skema pembebasan terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Pembebasan Abu Bakar bukan pembebasan bersyarat maupun grasi.

Direktur Eksekutif ICJR Anggara mengatakan narapidana yang belum menjalani seluruh masa tahanan dapat keluar dari lembaga pemasyarakatan dengan pembebasan bersyarat. Khusus narapidana terorisme, harus menyertakan syarat-syarat.

Aturan itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2012 jo Permenkuham Nomor 3 tahun 2018. Sedangkan pemberian grasi harus melalui pengajuan kepada presiden.

"Menurut kuasa hukum Abu Bakar Ba'asyir, yang bersangkutan tidak pernah mengajukan grasi ke Presiden (Joko Widodo)," ucap Anggara di Jakarta, Minggu, 20 Januari 2019.

Baca: Pembebasan Abu Bakar Baasyir Usulan Ma'ruf

Anggara tak yakin Abu Bakar mendapat amnesti. Amnesti dapat menghilangkan semua akibat hukum tindak pidana yang dilakukan.

"Dan sebelumnya harus ada nasihat tertulis dari Mahkamah Agung atas permintaan Menteri Hukum dan HAM dan kemudian juga harus dengan pertimbangan DPR," terang dia.

Anggara menuturkan bila pembebasan Abu Bakar Ba'asyir hanya atas dasar kemanusiaan, Jokowi harus berlaku serupa pada narapidana lainnya.

Abu Bakar Ba'asyir bebas Jumat, 18 Januari 2019. Pembebasan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia ini buah dari saran Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) sekaligus penasihat Jokowi, Yusril Ihza Mahendra.

"Jokowi menegaskan kepada saya bahwa beliau prihatin dengan keadaan Ustaz Abu Bakar. Karena itu meminta saya menelaah, berdialog, dan bertemu Abu Bakar di LP Gunung Sindur, Jawa Barat," ucap Yusril, Jumat, 18 Januari 2019.

Baca: Jokowi Bebaskan Abu Bakar Baasyir

Baasyir mendekam di penjara sekitar sembilan tahun dari total hukuman 15 tahun. Yusril mengatakan sudah saatnya Baasyir menjalani pembebasan tanpa syarat memberatkan.

Menurut Yusril, saat ini Baasyir telah berusia 81 tahun dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia sempat berbincang panjang dengan pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu'min itu.

Semua pembicaraan dengan Baasyir dilaporkan kepada Jokowi. Jokowi yakin ada cukup alasan membebaskan Baasyir.

"Saya sangat menghormati para ulama. Saya tidak ingin ada ulama yang berlama-lama berada di dalam lembaga pemasyarakatan. Karena itu Presiden Jokowi segera memerintahkan jajarannya untuk membebaskan Baasyir," jelas Yusril.

Administrasi pembebasan Baasyir akan dilakukan secepatnya. Baasyir minta waktu tiga hari membereskan barang-barangnya di sel penjara.

"Setelah bebas, Baasyir akan pulang ke Solo dan akan tinggal di rumah anaknya, Abdul Rahim," ucap Yusril.




(OJE)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA