Legislator Kalteng Tagih Uang Suap

Fachri Audhia Hafiez    •    Rabu, 16 Jan 2019 18:40 WIB
kasus suapkasus korupsi
Legislator Kalteng Tagih Uang Suap
Sidang terkait suap pada anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah Edy Rosada mengaku para legislator menagih uang suap terkait pencemaran limbah sawit di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan. Masing-masing anggota Komisi B yang berjumlah 12 orang mendapatkan jatah Rp20 juta.

Hal ini terungkap saat Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) Budi Nugraha membacakan ulang Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Edy.

"Saya bacakan BAP saudara 'Saya mengambil uang di Sinar Mas tidak hanya diperintahkan oleh ketua komisi. Namun juga karena desakan anggota komisi B yang lain. Bahwa mereka secara tersirat menginginkan uang sejumlah Rp240 juta sehingga setiap orang mendapatkan Rp20 juta'," kata Jaksa Budi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Januari 2019.

Keterangan itu diakui Edy. "Betul dalam pemeriksaan," jawab Edy.

Edy mengaku salah satu anggota yang menanyakan ialah Anggoro. Setelah itu, secara beruntun legislator lainnya juga menagih. Sebab, informasi pemberian uang sudah terlanjur tersebar dari mulut ke mulut. 

(Baca juga: Anggota DPRD Kalteng Dapat Duit Usai Kunjungan ke Sinar Mas)

"Setelah di media santer di Palangkaraya, waktu itu adalah komentar dari salah satu anggota komisi kita, ketika (kita) tertangkap saat OTT, dia seolah-olah apa namanya, menyudutkan kita. Timbul di pikiran saya karena anggota komisi kita 12 orang, saya buat pernyataan itu (di penyidik KPK)," jelas Edy.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah menerima suap agar penyelenggara negara tidak melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran limbah sawit di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Suap diduga dilakukan oleh PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), anak usaha PT Sinar Mas Agro Resources And Technology (SMART) Tbk.

Dalam perkara ini telah ditetapkan tiga terdakwa yakni, Chief Executive Officer (CEO) Perkebunan Sinar Mas 6A Kalimantan Tengah-Utara, Willy Agung Adipradhana.

Kemudian Department Head Document and License Perkebunan Sinar Mas untuk wilayah Kalimantan Tengah-Utara, Teguh Dudy Syamsuri Zaldy, serta Direktur PT BAP Edy Saputra Suradja.

Atas perbuatannya, Willy, Dudy dan Edy didakwa melanggar Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 21 tentang Perubahan atas Undang-undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1.

(Baca juga: PT BAP Tak Punya Izin Pakai Kawasan Hutan)




(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA