KPK Selisik Sumber Uang Suap Meikarta

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 06 Nov 2018 03:07 WIB
OTT Pejabat Bekasi
KPK Selisik Sumber Uang Suap Meikarta
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hartono diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta, milik Lippo Group di Bekasi.

Hartono yang diperiksa hampir delapan jam itu menolak menjawab pertanyaan awak media. Dia memilih buru-buru meninggalkan markas Lembaga Antirasuah.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan hal yang didalami penyidik dari Hartono yakni peran PT MSU terkait pemberian suap ke Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya.

"Saksi dari korporasi kami dalami apakah ada arahan-arahan atau instruksi-instruksi atau tidak, terkait dengan pemberian uang," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 5 November 2018.

Menurut Febri, hingga kini pihaknya masih mendalami asal aliran uang dari Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro untuk Neneng dan koleganya. Diduga, uang itu berasal dari korporasi baik Lippo Group atau PT MSU.

PT MSU merupakan penggarap proyek pembangunan Meikarta, anak perusahaan PT Lippo Cikarang tbk. Sedangkan, PT Lippo Cikarang adalah anak usaha Lippo Group.

"Apakah dari uang pribadi atau itu bagian dari alokasi keuangan korporasi, ini menjadi salah satu concern KPK karena kami perlu menelusuri lanjut aliran dana," pungkas Febri.

KPK memang tengah menelusuri sumber uang suap Meikarta, yang diduga berasal dari Lippo Group. Hingga kini, tercatat mereka dari Lippo Group yang telah masuk ke ruang penyidikan antara lain Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi.

Meikarta sendiri merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikartaialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.


(AGA)