Jokowi Punya Pertimbangan Mengganti Hakim Maria

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 13 Mar 2018 13:37 WIB
hakim mk
Jokowi Punya Pertimbangan Mengganti Hakim Maria
Ketua MK Arief Hidayat--Antara/Wahyu Putro

Jakarta: Presiden Joko Widodo dinilai telah punya pertimbangan sendiri dalam mengusulkan calon pengganti Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Maria Farida Indrati. Masa jabatan Maria akan habis Agustus 2018.

"Ya itu mungkin Presiden punya pertimbangan kalau yang digantikan unsur perempuan, mau diisi perempuan lagi ya terserah kepada Presiden," kata Ketua MK Arief Hidayat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.

Menurut dia, MK tidak bisa mendorong Presiden dalam menentukan sosok pengganti Maria. Pemilihan pengganti Maria sepenuhnya ada di tangan Presiden.

"Yang penting adalah hakim yang paham betul mengenai ideologi Pancasila, paham betul mengenai konstitusi, itu yang penting dan mempunyai kompetensi di bidang ketatanegaraan dan konstitusi yang secara luas itu," ucap dia.

Baca: Masa Jabatan Hakim Habis, Ketua MK Lapor ke Presiden

 
Menurut dia, pemahaman dan kompentensi seorang hakim sangat penting. Apalagi, MK bukan hanya peradilan politik, tapi juga menguji berbagai UU yang berkaitan dengan ekonomi, peternakan, perikanan sampai budaya dan agama.

"Sehingga kita bisa lihat MK itu bisa mendrive ke arah mana, kehidupan mana. Kehidupan bernegara itu bisa didrive di MK sehingga hakim MK memanf harus betul-betul hakim yang mempunyai kemampuan yang luar biasa," kata dia.



(YDH)