Kapolri Tegaskan Hubungan Baik dengan TNI Lebih Penting

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 12 Oct 2017 13:14 WIB
senjata
Kapolri Tegaskan Hubungan Baik dengan TNI Lebih Penting
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian (kiri) didampingi Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengikuti rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/10) - ANT/Wahyu Putra A

Metrotvnews.com, Jakarta: Hubungan Polri dan TNI belakangan ini merenggang. Terutama terkait pengadaan senjata dan amunisi yang dinilai tidak seharusnya dilakukan serta dimiliki Polri.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan polemik senjata telah ditindaklanjuti melalui pembentukan tim teknis di bawah koordinasi Menkopolhukam. Setidaknya, terdapat 11 instansi termasuk Polri yang sudah mulai membahas secara teknis pembentukan tim pengaturan regulasi persenjataan perizinan ke depan.

"Karena itu saya berpikir bahwa polemik mengenai senjata api termasuk yang di Brimob tidak menjadi polemik yang berkelanjutan," kata Tito dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kapolri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Tito berharap publik membiarkan tim internal pemerintah bekerja melakukan koordinasi dan sinkronisasi. Dan hasilnya, akan disampaikan Menkopolhukam pada publik.  

"Polri menganggap bahwa polemik ini tidak perlu berlanjut. Karena hubungan Polri dan TNI menjadi hal yang jauh lebih penting, karena ini adalah dua pilar NKRI," ucap dia.

Tito mengklaim Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam apel Kasatwil Senin lalu, telah sepakat bahwa hubungan Polri dan TNI jauh lebih penting. Polri dan TNI berharap hubungan mereka solid di semua lini.

"Saya sudah perintahkan jajaran Polri jangan terpengaruh dengan isu-isu ini. Jangan juga ada pihak ketiga yang goreng isu ini sehingga hubungan TNI dan Polri jadi terkorbankan. Ini akan merugikan bangsa dan rakyat," kata Tito.




(REN)