KPK Sita Dolar dan Catatan Perbankan dari OTT Kalsel

Arga sumantri    •    Jumat, 05 Jan 2018 10:39 WIB
ott kpk
KPK Sita Dolar dan Catatan Perbankan dari OTT Kalsel
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memeriksa intensif enam orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Surabaya, Jawa Timur, kemarin. Namun, KPK sudah menyita sejumlah uang dari lokasi.

"Ada dalam bentuk rupiah dan dolar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat 5 Januari 2018.

KPK, kata dia, juga menyita sejumlah catatan perbankan yang diduga digunakan sebagai sarana transaksi ilegal enam orang itu. Febri belum merinci total duit maupun catatan perbankan yang disita. 

"Sejauh ini tim juga masih lakukan perhitungan sejumlah uang yang diamankan di lokasi," ujar dia. 

KPK menangkap tangan enam orang di Kalsel dan Surabaya, Kamis, 4 Januari 2018. Satu dari enam orang yang diamankan dalam operasi senyap ini adalah Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif. 

Baca: 6 Orang yang Kena OTT Kalsel Masih Diperiksa Intensif

Sementara itu, identitas lima orang lainnya belum dibeberkan KPK. Yang jelas, kata Febri, keenam orang itu terdiri dari satu kepala daerah, serta pejabat swasta, dan pejabat pemerintah.

Informasi yang dihimpun, Abdul menerima suap sebesar Rp1 miliar lebih. Fulus itu terkait pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Damanhuri Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Enam orang itu kini tengah diperiksa intensif KPK. Lembaga Antirasuah memiliki waktu 24 jam untuk menentukan status hukumnya. Siang ini, KPK akan memberikan pernyataan resmi terkait OTT tersebut.




(OGI)