JPU Beberkan Berita 'Miring' Ahli Toksikologi Australia

Arga sumantri    •    Rabu, 21 Sep 2016 16:22 WIB
kematian mirna
JPU Beberkan Berita 'Miring' Ahli Toksikologi Australia
Majelis Hakim yang diketuai Hakim Kisworo melihat ke layar monitor ketika memimpin sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana Wayan Mirna Salihin di PN Jakpus, Kamis (15/9/2016) -- ANT/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencecar kredibilitas ahli farmakologi dan toksikologi forensik asal Australia, Michael Robertson, yang dihadirkan tim pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso. JPU menunjukkan sebuah pemberitaan tentang Robertson dalam situs pemberitaan luar negeri.

JPU Ardito Muwardi menunjukkan sebuah pemberitaan dari Daily Mail, bahwa Robertson terlibat dugaan konspirasi kasus pelanggaran berat di Amerika. Bahkan, otoritas setempat sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Robertson.

Dalam berita itu juga disebutkan, jika Robertson, yang kini hidup secara bebas dan menjadi konsultan toksikologi Australia, dapat ditangkap, dikenai hukuman, dan ditahan dengan denda USD100 ribu apabila kembali ke Amerika.

"Apa itu benar atau salah," kata Ardito di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).

Robertson tak menampik sosok dalam berita yang ditunjukkan jaksa itu adalah dirinya. Tapi dia tidak bisa memastikan kebenaran dari informasi tersebut.

"Saya tidak pernah diberitahu tentang informasi tersebut. Jadi, saya tidak tahu info itu benar atau salah," kata Robertson.

Hakim anggota Binsar Gultom pun terpancing untuk menggali lebih jauh. Binsar mengonfirmasi, apakah nama yang tercantum di berita itu benar nama Robertson.

"Iya, itu nama saya," jawab Robertson singkat.

(Baca: Ahli Toksikologi Australia Bersaksi di Sidang Mirna Hari Ini)


(NIN)

Ahok Dinilai Tulus Bekerja, tak Peduli Popularitas

Ahok Dinilai Tulus Bekerja, tak Peduli Popularitas

11 minutes Ago

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-…

BERITA LAINNYA
Video /